Scroll ke Atas
Berita UtamaBrebes

30 Siswa SMPN 1 Paguyangan Gagal Cairkan PIP, Dana Dikembalikan ke Kas Negara

Eryanto
3
×

30 Siswa SMPN 1 Paguyangan Gagal Cairkan PIP, Dana Dikembalikan ke Kas Negara

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES* – Sekitar 30 siswa SMPN 1 Paguyangan, Brebes, gagal mencairkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Dana yang seharusnya mereka terima justru dikembalikan ke kas negara, membuat siswa dan orang tua kecewa.

Salah satu siswa berinisial DA mengaku sudah memenuhi seluruh persyaratan dan menandatangani dokumen yang diminta pihak sekolah untuk proses pengusulan dan pencairan. Namun setelah lama menunggu, ia mendapat informasi dari grup WhatsApp sekolah bahwa bantuan tersebut gagal cair.

Advertisement
Kepala Sekolah SMPN 1 Paguyangan, Brebes, Baeti Rahmawati.

Kepala Sekolah SMPN 1 Paguyangan, Baeti Rahmawati, mengaku belum mengetahui detail persoalan tersebut. Ia berjanji akan memanggil tim operator sekolah untuk meminta klarifikasi.

“Maaf, saya belum memahami mekanismenya. Nanti akan saya panggil tim operator yang membidanginya,” ujar Baeti saat dikonfirmasi perwakilan orang tua dan awak media, Sabtu, 23 Mei 2026.

Baca Juga :  PCM Bumiayu Gelar Pengajian Akbar Rutin Jum’at Kliwon, Perkuat Soliditas Dakwah Umat

Baeti menjelaskan, selama ini pencairan PIP di sekolahnya berjalan lancar. Ia menduga kendala terjadi karena salah satu tim operator yang menangani PIP sempat sakit dan telah meninggal dunia.

“Penerima PIP di SMP ini ratusan siswa. Namun ada salah satu tim yang mungkin kurang maksimal karena sakit dan beliau sudah meninggal, jadi sedikit terkendala,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes untuk mencari solusi.

“Untuk kasus ini saya juga akan mencoba berkomunikasi dulu ke dinas, insya Allah besok Senin,” katanya.

Sementara itu, perwakilan tim operator sekolah, Subkhan, membenarkan ada 30 penerima PIP yang gagal menerima bantuan dananya dikembalikan ke negara.

“Iya betul, 30 siswa uangnya dikembalikan ke negara. Datanya ada pada saya, saya juga kaget,” ujarnya.

Baca Juga :  Pesta Siaga Kwartir Ranting Kecamatan Sragi, Pekalongan

Menurut Subkhan, dana kemungkinan dikembalikan karena siswa dan orang tua tidak segera melakukan pengambilan saat pencairan sudah bisa diambil.

“Terjadi pengembalian ke kS negara ini dimungkinkan karena keterlambatan pengambilan pencairan, hingga melebihi tenggang waktu. Padahal kami selalu menginformasikan untuk kelengkapan persyaratan dan jadwal pencairan, serta mengingatkan siswa untuk segera mengambilnya,” katanya.

Subkhan berharap ke depan orang tua dan wali murid bisa lebih kooperatif dan cepat merespons informasi dari sekolah.

Perwakilan orang tua siswa, Imam Khambali, menyayangkan kejadian ini. Ia meminta pihak sekolah lebih teliti dalam menangani program bantuan dari pemerintah ini .

“Kegagalan cair ini bukan satu atau dua siswa, ini mencapai 30 penerima, harus ada tindak lanjutnya. Kami prihatin dan kasihan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, ketika harus batal untuk memanfaatkan bantuan dari negara,” tegas Imam, sambil menunggu informasi lebih lanjut dari Ibu Kepala Sekolah.***