EMSATUNEWS.CO.ID, PURWOKERTO – Semarak Milad ke-70 SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto (SMAMSA) dimeriahkan Olimpiade PAI dan Seni Kreasi Islami Tahun 2026 di Hanggar SMAMSA, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–14.30 WIB ini diikuti 236 pelajar dari 27 sekolah se-Kabupaten Banyumas.
Kompetisi terdiri atas empat cabang, yakni Olimpiade PAI dengan 105 peserta, Puisi Islami 29 peserta, Story Telling 27 peserta, dan Paduan Suara Islami 75 peserta dalam lima regu. Keempatnya menjadi wadah untuk mengasah pengetahuan, kreativitas, keberanian, komunikasi, dan bakat seni sekaligus mempererat ukhuwah.

Kegiatan dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Banyumas, Wahyu Adhi Pibrianto, S.STP., M.A. Ia menegaskan pendidikan harus membentuk peserta didik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak dan berkarakter. Wahyu juga mengajak pelajar mempertimbangkan SMAMSA sebagai pilihan melanjutkan pendidikan. “Kalau bisa mendaftar sekarang di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, tidak usah menunggu yang akan datang,” ujarnya.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas, H. Asep Saeful Anwar, S.P., M.P., mengapresiasi antusiasme peserta. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi sarana mengembangkan potensi, membangun karakter, mempererat ukhuwah, serta menanamkan nilai Islam Berkemajuan. “Keberanian, sportivitas, kerja sama, pengalaman, dan persahabatan antar peserta juga menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Kepala SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto, Endah Susanti, S.Pd.Bio., M.Pd., “Kegiatan ini menjadi ruang positif bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman, membangun kepercayaan diri, serta berani menunjukkan potensi melalui kompetisi yang sehat dan sportif.”
Apresiasi serupa disampaikan Sihabuddin, S.Pd., selaku guru pendamping kontingen SMP Muhammadiyah Beji Kedungbanteng. “Kegiatan ini bukan hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa dalam menghadapi kompetisi, membangun keberanian, menjaga kekompakan, dan belajar menghargai peserta lain.”
Dukungan kepala sekolah dan guru pendamping menunjukkan bahwa keberhasilan peserta tidak hanya ditentukan oleh kemampuan saat perlombaan, tetapi juga melalui proses pembinaan, pendampingan, dan motivasi yang diberikan sejak persiapan hingga kompetisi berlangsung.
Sementara itu, Kepala SMAMSA, Imam Suyanto, S.Ag., M.Pd., bersyukur atas suksesnya kegiatan dan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap Olimpiade semakin mempererat silaturahmi antarsekolah serta menanamkan semangat Islam Berkemajuan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Olimpiade berjalan dengan baik, aman, dan nyaman. Terima kasih kepada Disdikdasmen, Majelis Dikdasmen, panitia, juri, guru pendamping, dan seluruh peserta. Semoga silaturahmi antarsekolah semakin erat dan semangat Islam Berkemajuan terus tertanam di hati para pelajar.
Milad ke-70 juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan beriman. Karena itu, kegiatan yang memadukan unsur akademik, seni, dan nilai-nilai keislaman menjadi bagian penting dalam proses pendidikan,” ujarnya.
Dalam hasil lomba, Olimpiade PAI dimenangkan SMP Muhammadiyah Beji Kedungbanteng, disusul SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto dan SMP UMP. Paduan Suara Islami dimenangkan SMP Islam Andalusia Kebasen, SMP Muhammadiyah Jatilawang, dan MTs Muhammadiyah Pekuncen.
Puisi Islami menempatkan SMP Al-Irsyad Al-Islamiyah Boarding School Purwokerto sebagai juara I, Juara II dan Juara III masing-masing diraih SMP Al-Irsyad Al-Islamiyah Purwokerto. sedangkan Story Telling dimenangkan SMP Negeri 2 Purwokerto, Juara II diraih SMP Al-Irsyad Al-Islamiyah Boarding School Purwokerto, sedangkan Juara III diraih SMP Al-Irsyad Al-Islamiyah Purwokerto..
Lebih dari sekadar kemenangan, kegiatan ini menjadi ruang untuk berprestasi, berkarya, membangun karakter, menjunjung sportivitas, dan mempererat persaudaraan. Milad ke-70 SMAMSA pun menjadi penegasan komitmen menyiapkan generasi yang berilmu, beriman, berkarakter, dan menjunjung nilai Islam Berkemajuan ***
(Tarqum Aziz JurnalisMu).














