Berita UtamaBrebes

GBF 2026 Gelar Doa Bersama di Panggung Utama Sebagai Bentuk Duka Untuk Korban Ambruknya Gedung Hogwan

Eryanto
8
×

GBF 2026 Gelar Doa Bersama di Panggung Utama Sebagai Bentuk Duka Untuk Korban Ambruknya Gedung Hogwan

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES — Semarak Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 di Lapangan Asri, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berubah menjadi suasana khidmat pada Minggu malam, 30 Agustus 2026.

Seluruh panitia bersama ribuan pengunjung Gbf 2026 menggelar doa bersama untuk para korban meninggal dunia dalam musibah robohnya Gedung Hogwan di Bumiayu.

Doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Gus Nahib dari Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes.

Dalam keheningan, panitia dan pengunjung bersama-sama memanjatkan doa untuk para korban serta keluarga yang ditinggalkan.

Ketua Panitia Gbf 2026, Edi Riyanto, SH., MH. dalam sambutannya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.

Baca Juga :  Warga Desa Padek-Pemalang Kuliti Kesalahan Kades Saat Audiensi: Tuntut Transparansi dan Sekdes Mundur dari Jabatannya

“Atas nama seluruh panitia Gebyar Bumiayu Fair 2026, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diterima seluruh amal ibadahnya dan mendapatkan husnul khatimah,” ujar Edi.

Ia juga berharap keluarga korban diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian, panitia memutuskan untuk meniadakan seluruh agenda panggung utama Gbf 2026 pada Minggu malam hingga Senin dini hari.

Keputusan ini diambil mengingat sebagian keluarga korban berada di sekitar lokasi Gbf. Bahkan rumah keluarga korban masih berada tepat di sebelah timur Lapangan Asri Bumiayu.

Sebagai pengganti rangkaian hiburan, panitia memilih menggelar doa bersama khusus untuk para korban.

Baca Juga :  GBF Resmi Dibuka Ajang Wahana Promosi Hiburan dan Ekonomi Kreatif

“Ini adalah bentuk penghormatan kami kepada para korban dan keluarga yang sedang berduka. Malam ini tidak ada acara hiburan di panggung utama. Kita bersama-sama berdoa untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban,” tegas Edi.

Diketahui sebelumnya, musibah robohnya tembok depan Gedung Bulutangkis Hogwan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Kebersamaan dalam doa ini menjadi bukti bahwa Gbf 2026 tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga ruang empati dan solidaritas masyarakat Bumiayu.***