Berita UtamaDaerahPemalang

Senyum Lebar Buruh Pemalang, Punya Rumah Baru Gratis dari Shiddiqiyyah!

Joko Longkeyang
6
×

Senyum Lebar Buruh Pemalang, Punya Rumah Baru Gratis dari Shiddiqiyyah!

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Siapa yang tidak mendambakan rumah tempat bernaung yang aman dan nyaman? Impian itu kini menjadi nyata bagi Sucipto, seorang buruh harian asal Desa Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun, ia resmi menerima kunci rumah baru yang dibangun oleh Organisasi Shiddiqiyyah.

​Penyerahan kunci sekaligus peresmian hunian tersebut dilangsungkan pada Senin (31/8/2026). Momen penuh haru ini disaksikan langsung oleh Kepala Desa Kebojongan Nuridin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Comal, serta puluhan warga setempat.

Gerakan Kemanusiaan Konsisten dari Shiddiqiyyah

​Peresmian rumah ini merupakan bagian dari program Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS). Program sosial ini berada di bawah naungan lembaga Dhilal Berkat Rochmat Alloh (Dhibra), organisasi sosial di lingkungan Shiddiqiyyah.

​Ketua Organisasi Shiddiqiyyah Perwakilan Daerah Kabupaten Pemalang, Ahmad Ivan Yulies Oktora, menjelaskan bahwa pembangunan rumah layak huni ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan hari-hari besar nasional.​”Setiap momentum kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 itu mendirikan satu unit rumah, Sumpah Pemuda satu unit, dan Hari Pahlawan satu unit. Jadi, dalam satu tahun ada tiga unit rumah yang kami bangun,” ungkap Ivan.

Baca Juga :  Tinjau Sasaran Fisik, Dansatgas TMMD Reguler Ke-116 Kodim 0735/Surakarta Cek Pengerjaan MCK Umum

​Dari sisi pendanaan, setiap unit rumah digelontorkan anggaran berkisar antara Rp80 juta hingga Rp100 juta. Dana tersebut disesuaikan secara cermat dengan tingkat kebutuhan mendesak dari masing-masing penerima manfaat.

Seleksi Ketat Tepat Sasaran

​Ivan menegaskan, penentuan penerima bantuan tidak dilakukan sembarangan. Pihaknya menetapkan sejumlah kriteria objektif agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang paling membutuhkan.”Yang diutamakan adalah fakir miskin, kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan, serta jumlah tanggungan keluarga. Itu barometer utama kami yang kemudian dimusyawarahkan bersama untuk memprioritaskan warga yang paling layak dibantu,” jelasnya.

​Melalui gerakan ini, Shiddiqiyyah tidak hanya ingin merayakan hari besar bangsa, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial di tengah masyarakat. Ivan berharap aksi kepedulian ini mampu menggugah semangat gotong royong elemen bangsa lainnya.”Kalau bisa jangan hanya Shiddiqiyyah, tetapi bisa menginspirasi dan menular ke semua elemen bangsa. Saya kira itu yang menjadi obat buat bangsa saat ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Anom Apresiasi Pengukuhan Pengurus Baru HARPI Melati Pemalang

​”Nol Rupiah,” Ungkap Sucipto Penuh Syukur

​Kebahagiaan mendalam jelas terlihat dari raut wajah Sucipto. Sebagai buruh harian, memiliki rumah permanen yang layak huni dulunya hanyalah angan-angan. Kini, mimpi itu terwujud tanpa meninggalkan beban utang.”Sama sekali tidak mengeluarkan biaya, nol rupiah,” ujar Sucipto dengan nada bergetar penuh syukur.

​Sementara itu, Kepala Desa Kebojongan, Nuridin, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Shiddiqiyyah atas kepedulian luar biasa yang diberikan kepada warganya. Ia mengungkapkan bahwa di desanya saat ini masih ada sekitar 50 unit rumah yang masuk dalam kategori tidak layak huni.

​Pihak desa berencana untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang serta mengoptimalkan Anggaran Dana Desa guna menuntaskan persoalan rumah tidak layak huni secara bertahap di masa mendatang.( Joko Longkeyang).