Berita UtamaDaerahPemalang

Atasi Kekeringan Jateng, Ahmad Luthfi Gelontorkan 75,4 Juta Liter Air

Joko Longkeyang
6
×

Atasi Kekeringan Jateng, Ahmad Luthfi Gelontorkan 75,4 Juta Liter Air

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, Emsatunews.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani dampak kekeringan yang makin meluas. Sebanyak 75,4 juta liter air bersih disalurkan ke 33 kabupaten/kota untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sekaligus mengamankan sektor pertanian.

​Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah per 28 September 2026, total 75.463.000 liter air telah dibagikan sejak 5 Juni. Bantuan ini menjangkau 255 kecamatan dan 784 desa, menyasar lebih dari 2,3 juta jiwa terdampak. Pasokan air dihimpun dari sinergi APBD, APBN, hingga dukungan CSR swasta dan lembaga swadaya.

Baca Juga :  16 Daerah Jateng Siaga Kekeringan, 3,2 Juta Liter Air Bersih Dikucurkan

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa penanganan bencana kekeringan ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan seluruh instansi, termasuk TNI, Polri, dan PMI. Langkah tangkinisasi air terus dipacu ke wilayah rawan seperti Klaten, Pemalang, Boyolali, hingga Blora.

​“Kekeringan sudah kita petakan. Semua komponen bergerak. Untuk masyarakat, kita lakukan tangkinisasi di berbagai daerah terdampak,” tegas Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (30/9/2026).

​Tak hanya memprioritaskan konsumsi warga, Pemprov Jateng juga memfokuskan strategi pada penyelamatan lahan pertanian. Antisipasi dilakukan agar kemarau panjang tidak menurunkan produksi komoditas pangan daerah.

Baca Juga :  Petani Jateng Gagal Panen? Ahmad Luthfi Tegaskan "Haram" Lari ke Pinjol!

​Luthfi menginstruksikan Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan TNI guna mempercepat intervensi teknis, mulai dari optimalisasi jaringan irigasi, pembuatan sumur dalam, hingga pipanisasi lahan.

​“Untuk sawah tadah hujan dan irigasi, kita koordinasikan dengan TNI melalui sumurisasi dan pipanisasi. Semoga target produksi padi tetap terjaga,” imbaunya.

​Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meminta masyarakat tetap bijak menghemat air. Pemprov Jateng pun menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BNPB serta memfasilitasi asuransi gagal panen bagi para petani yang terdampak extreme dry spell ini.( Joko Longkeyang).