Berita UtamaDaerahPemalang

Blusukan ke Sawah, Plt Bupati Pemalang Dampingi Gubernur Panen Raya Padi di Kedungbanjar

Joko Longkeyang
21
×

Blusukan ke Sawah, Plt Bupati Pemalang Dampingi Gubernur Panen Raya Padi di Kedungbanjar

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id — Pemandangan padi yang menguning membentang di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mendadak riuh, Kamis (03/09/2026). Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, turun langsung mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam perhelatan panen raya padi yang mencatatkan produktivitas fantastis hingga 7,2 ton gabah kering panen per hektare.

​Kehadiran dua kepala pemerintahan ini tidak hanya menyedot perhatian ratusan petani lokal, tetapi juga membawa angin segar bagi ketahanan pangan nasional. Pasalnya, di tengah tantangan alih fungsi lahan dan perubahan iklim, Pemalang sukses membuktikan diri sebagai salah satu pilar penyangga pangan utama di Jawa Tengah.

Sinergi Kuat Kawal Swasembada Pangan

​Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi memuji konsistensi para petani di berbagai kabupaten. Ia menegaskan bahwa produksi padi Jawa Tengah sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026 telah menembus angka 6,69 juta ton, atau sekitar 63 persen dari target ambisius sebesar 10,5 juta ton pada tahun ini.“Januari-Agustus ini sudah 6,69 juta ton. Hari ini kita panen padi di Pemalang, di kabupaten lain juga melakukan panen. Apabila ini bisa dipertahankan, maka akan bisa terpenuhi,” ujar Gubernur Luthfi di hadapan para petani.

Baca Juga :  Aksi Cepat! Ahmad Luthfi Guyur Bantuan Ratusan Juta untuk Pengungsi Demak

​Menyambut optimisme tersebut, Plt. Bupati Pemalang Nurkholes melaporkan bahwa panen raya kali ini dipusatkan di atas lahan Kelompok Tani Utama Lima seluas 45 hektare dari total 417 hektare lahan produktif di desa setempat. Tidak hanya unggul dari segi volume, kabar baik juga datang dari harga gabah di tingkat petani yang kini bertengger di kisaran Rp7.500 hingga Rp8.500 per kilogram—jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Resmi Luncurkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih Untuk Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa

Atasi Tantangan Lewat Modernisasi Pertanian

​Di balik kesuksesan panen raya ini, Pemalang tetap dihadapkan pada pekerjaan rumah berupa penyusutan luas baku sawah, dari 34.181 hektare pada 2024 menjadi 32.733 hektare pada 2025.

​Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Pemkab Pemalang bergerak cepat dengan menggandeng Pemprov Jateng. Sepanjang 2026, berbagai bantuan mulai dari benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan) modern seperti traktor dan pompa air, hingga percepatan distribusi pupuk bersubsidi (urea mencapai 64 persen dan NPK 68 persen) terus digelontorkan.​“Panen raya ini kita jadikan momentum untuk terus memperkuat pertanian Pemalang, mempercepat tanam, meningkatkan produktivitas, menjaga lahan sawah, dan bersama-sama mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” tegas Nurkholes penuh semangat.( Joko Longkeyang).