EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES — Dari kaki Gunung Slamet, tepatnya Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, lahir seorang putra daerah dengan gagasan besar. Ia adalah Dr. Abih Gumelar, M.Pd. Dosen Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang kini menjadi salah satu “Sosok Muda Inspiratif” Kabupaten Brebes.
Dengan latar belakang keluarga pejuang desa dan semangat akademik yang kuat, Abih membawa cita-cita mulia: membangun peradaban yang berkeadilan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Brebes, khususnya wilayah selatan.
Latar Belakang: Akar Desa, Sayap Akademik
Abih Gumelar bukan nama asing di dunia pemerintahan desa. Ia adalah putra dari Slamet Becco, Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Salem.
Darah pengabdian untuk masyarakat sudah mengalir sejak kecil. Kedekatan dengan denyut nadi desa membuatnya memahami persoalan riil di lapangan, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga kebutuhan masyarakat pelosok.
Di sisi lain, kiprah akademiknya sebagai Dosen Pascasarjana di UPI Bandung mengasah cara berpikirnya secara visioner dan sistematis. Perpaduan “akar desa” dan “sayap akademik” ini menjadi kekuatan utama dalam setiap gagasannya.
Sebagai warga Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Abih membawa perspektif langsung dari wilayah yang selama ini kerap menjadi perhatian dalam wacana pembangunan.
Bicara Pemekaran: Demi Pemerataan Dan Good Government
Salah satu isu strategis yang menjadi perhatiannya adalah wacana pemekaran Kabupaten Brebes.
Atas nama cinta dan harapan untuk Kabupaten Brebes Selatan, Dr. Abih Gumelar, M.Pd, menegaskan tekadnya untuk mewujudkan pemerintahan yang Good Government.
“Pemekaran bukan sekadar pemisahan wilayah. Ini adalah ikhtiar besar agar pelayanan publik lebih dekat, pembangunan lebih merata, dan aspirasi masyarakat Brebes Selatan benar-benar terdengar dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Baginya, pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang hadir, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Terutama di daerah-daerah yang selama ini aksesnya masih terbatas.
Bagi Abih, memajukan Brebes harus dimulai dari penguatan desa. Desa yang kuat, dengan tata kelola yang baik dan sumber daya manusia yang berdaya, akan menjadi fondasi peradaban baru.
“Visi saya sederhana. Bagaimana kita bisa menciptakan sistem pemerintahan yang melayani, ekonomi desa yang tumbuh, dan generasi muda yang punya harapan di tanahnya sendiri,” tegasnya.
Dengan bekal pengalaman sebagai akademisi dan kedekatan emosional dengan masyarakat desa, Dr. Abih Gumelar, M.Pd. hadir sebagai representasi generasi muda yang tidak hanya bermimpi, tetapi juga siap bekerja nyata untuk Brebes yang lebih maju dan sejahtera. ***














