MADINAH, Emsatunews.co.id — Ibadah umrah ke Tanah Suci menjadi impian jutaan umat Muslim setiap tahunnya. Namun, di balik antusiasme tinggi tersebut, sejumlah jemaah kerap mengabaikan hal-arif fundamental, terutama terkait aturan saat mengenakan kain ihram. Akibatnya, tidak sedikit jemaah yang tanpa sadar melakukan pelanggaran syariat selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Fenomena ini mendapat sorotan tajam dari seorang Muthowif umrah asal Kabupaten Grobogan, Yerri Safrizal Rahman. Berdasarkan pengalamannya mendampingi jemaah di lapangan, ia mengungkapkan bahwa kurangnya pemahaman mendalam saat mengikuti bimbingan manasik menjadi akar utama permasalahan tersebut.”Kami mengimbau kepada seluruh jemaah asal Indonesia agar benar-benar serius mengikuti dan memahami materi selama pelatihan manasik sebelum keberangkatan,” ujar Yerri saat ditemui di Madinah, Selasa (1/9).
Menurutnya, pemahaman yang matang mengenai rukun, wajib, hingga larangan selama berihram sangat krusial agar ibadah yang dijalankan sah dan bernilai mabrur. Kesalahan kecil dalam memahami aturan ihram kerap berujung pada kewajiban membayar denda atau dam.
Selain persoalan manasik, Yerri juga mengingatkan para jemaah agar senantiasa waspada terhadap faktor cuaca ekstrem di Arab Saudi. Kondisi iklim di Makkah dan Madinah dikenal jauh berbeda dibandingkan dengan cuaca tropis di Indonesia, yang kerap menuntut adaptasi fisik secara cepat.”Perbedaan cuaca yang sangat kontras ini harus diantisipasi oleh jemaah. Kesehatan fisik menjadi modal utama agar seluruh rangkaian ibadah, baik di Madinah maupun Makkah, dapat tuntas tanpa kendala berarti,” tambahnya.
Melalui imbauan ini, diharapkan para calon jemaah umrah asal Tanah Air dapat lebih disiplin mempersiapkan diri, baik dari segi ilmu manasik maupun ketahanan fisik, demi mewujudkan perjalanan spiritual yang aman, lancar, dan berkesan.
Laporan langsung Ahmad Rifqi Hidayat dari Madinah.
Editor : Ahmad Joko SPP, S.H., C. Neg.














