SEMARANG, Emsatunews.co.id — Bencana alam yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya meretakkan dinding-dinding rumah di kampung halaman, tetapi juga mengguncang ketenangan ratusan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Jawa Tengah. Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengambil langkah responsif dengan menjamin seluruh biaya perkuliahan dan tempat tinggal mereka.
Langkah konkret ini ditegaskan saat Ahmad Luthfi mendatangi langsung hunian mahasiswa asal NTT di Jalan Pawiyatan Luhur Selatan III, Bendan Duwur, Kota Semarang, Senin (7/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Jateng menggandeng Dinas Pendidikan, Baznas Jateng, serta Bank Jateng untuk membebaskan atau menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya kos selama satu hingga tiga bulan ke depan.
”Kalian di sini anak saya. Pelajar dan mahasiswa di Jateng itu tanggung jawab saya. Sampaikan kepada orang tua kalian di kampung, di sini sudah ada orang tua yang memperhatikan,” tegas Ahmad Luthfi di hadapan puluhan mahasiswa.
Suasana haru menyelimuti dialog ketika Maria Riani Nake, mahasiswi Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang asal NTT, tak mampu menahan air mata. Mengingat orang tuanya yang kini harus bertahan di tenda darurat akibat rumah yang rusak total, Maria mengaku beban mentalnya terangkat setelah mendengar kepastian bantuan tersebut.
Berdasarkan data sementara, terdapat sedikitnya 172 mahasiswa di Kota Semarang yang terverifikasi terdampak bencana, tersebar dari wilayah Manggarai Raya, Nagekeo, Ngada, Ende, hingga Maumere. Jumlah ini diprediksi mendekati 300 orang seiring pendataan yang masih berjalan di berbagai kampus. Selain jaminan biaya pendidikan dan hunian, Pemprov Jateng juga menyalurkan paket Sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) senilai total Rp43 juta untuk menyokong kebutuhan logistik harian mereka.( Joko Longkeyang).














