EMSATUNEWS.CO.ID, JAKARTA — Jagat media sosial bergejolak setelah produk pemanis yang selama ini diklaim ramah bagi penderita diabetes dan pelaku diet, Beeru Stevia, diduga dicampur dengan pemanis buatan sukralosa dan neotam. Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh para konsumen yang merasa tertipu oleh label ‘nol kalori’.
Keluhan tersebut membanjiri berbagai platform, salah satunya diutarakan oleh pengguna Threads @puspaintanmfs pada Rabu (28/10/2026). Ia mengaku lemas usai mengetahui produk yang dikonsumsi keluarganya yang mengidap diabetes ternyata tidak sesuai klaim. Hal senada diungkapkan akun @aisyafiy yang terkejut karena produk andalannya diduga memiliki kandungan sukralosa dan neotam jauh melebihi batas ketetapan BPOM.
Terbongkarnya kasus ini berawal dari unggahan influencer Samora Fuad Abdullah alias Dokter Detektif (Doktif). Ia merilis hasil uji laboratorium yang menunjukkan adanya zat pemanis buatan pada produk yang sejatinya dipromosikan sebagai pemanis alami berbahan dasar daun stevia tersebut.
Menanggapi keriuhan publik, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan kembali risiko fatal dari konsumsi pemanis yang tidak terkontrol.
“Memang gula ini kalau ketinggian bisa menyebabkan diabetes, bisa kena stroke, bisa kena jantung, bisa kena masalah ginjal,” kata Budi di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Terkait perizinan dan sanksi edar produk Beeru, Menkes Budi menjelaskan bahwa hal itu berada di luar kewenangan Kementerian Kesehatan. Pihaknya bertugas mengawasi pangan siap saji, sementara regulasi pangan olahan kemasan merupakan otoritas penuh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Kalau BPOM merasa bahwa ini kadar gulanya adalah kadar gula yang tidak memenuhi syarat ya kita mengikuti BPOM,” tegasnya.
Sebagai langkah responsif atas polemik ini, manajemen Beeru telah mengambil tindakan penelusuran secara internal sekaligus menghentikan distribusi dan penjualan produk terkait di pasaran.*













