EMSATUNEWS.CO.ID, SEMARANG – Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes (APPKB) melayangkan kritik keras terhadap kinerja Panitia Khusus (Pansus) Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Brebes Selatan yang dibentuk DPRD Jawa Tengah.
Ketua Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes, Agus Sutiono, menilai Pansus berjalan sangat lambat sejak dibentuk akhir Juli 2026. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya agenda kerja Pansus pada bulan September dan Oktober.
“Kami menilai seperti saling melempar tanggung jawab. Pimpinan Dewan menunggu laporan Pansus, sementara Pansus mengikuti agenda kedewanan. Sangat kami sayangkan, rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Jateng tidak menjadwalkan agenda Pansus CDOB Brebes Selatan di bulan September dan Oktober,” tegas Ketua APPKB , Senin (5/10/2026).
Atas kondisi tersebut, Aliansi Pemekaran mendesak DPRD Jateng untuk melakukan percepatan dan segera melaksanakan Rapat Paripurna terkait pemekaran Kabupaten Brebes pada bulan Oktober tahun ini.
Sebagai bentuk keseriusan, Aliansi Pemekaran memastikan akan melakukan audiensi dengan Gubernur Jateng dan DPRD Jateng pada Senin, 12 Oktober 2026. Audiensi tersebut akan diikuti sekitar 150 aktivis pemekaran dengan menggunakan 3 bus.
“Tujuannya adalah untuk menagih janji dan menuntut DPRD Jateng agar segera melakukan rapat paripurna terkait pemekaran Kabupaten Brebes di bulan Oktober 2026,” jelasnya.
Tidak hanya audiensi, Aliansi juga akan melakukan aksi simbolik berupa Kemah Pemekaran di depan Kantor Gubernur Jateng dan Kantor DPRD Jateng pada hari yang sama, Senin 12 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga ada kepastian jadwal rapat paripurna dari DPRD Jateng.
Aksi kemah tersebut akan ditandai dengan pendirian 6 tenda sebagai simbol perjuangan masyarakat di 6 kecamatan yang menjadi wilayah calon CDOB Brebes Selatan, yakni:
1. Kecamatan Bumiayu
2. Kecamatan Tonjong
3. Kecamatan Sirampog
4. Kecamatan Paguyangan
5. Kecamatan Bantarkawung
6. Kecamatan Salem
“Ini adalah simbol bahwa perjuangan pemekaran adalah perjuangan rakyat di 6 kecamatan Brebes Selatan,” pungkas Agus Sutiono.***













