EMSATUNEWS.CO..ID, BREBES – Dinas Pariwisata Kabupaten Brebes menggelar Festival Seni Budaya dan Pariwisata Sakali Fest 2026 di Lapangan Objek Wisata Kaligua, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Sabtu–Minggu (17–18 Oktober 2026). Festival dua hari ini menjadi panggung promosi potensi wisata, budaya, pertanian, dan peternakan lokal, khususnya domba Sakub dan domba Tanjung.

Berlangsung di jantung kawasan wisata Kebun Teh Kaligua, Sakali Fest memadukan Festival Domba Sakub, Gerakan Pangan Murah, Festival Agrobudaya, pawai budaya, pentas seni, hingga Kaligua Fun Trail Run. Kemeriahan ini menjadi momentum penting bagi peternakan lokal menyusul ditetapkannya domba Tanjung sebagai rumpun ternak lokal melalui Keputusan Menteri Pertanian.
Perwakilan panitia sekaligus pengelola Wisata Kebun Teh Kaligua, Suroso, menyampaikan bahwa Sakali Fest menjadi ruang apresiasi bagi seniman sekaligus sarana memperkenalkan potensi pariwisata dan produk ekonomi kreatif Kabupaten Brebes.

Ia berharap festival ini dapat memperkuat identitas budaya daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Festival ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, peneliti, peternak, seniman, pelaku usaha, hingga masyarakat setempat.
Domba Sakub dan Tanjung Jadi Potensi Peternakan Lokal
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryantono, M.Si., menyampaikan bahwa Kabupaten Brebes memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, baik melalui sektor pertanian, perikanan, maupun peternakan.
Menurutnya, potensi wilayah pantai utara dan Brebes bagian selatan dapat saling melengkapi untuk memperkuat ketersediaan pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
“Brebes tidak akan kekurangan pangan,” ujarnya, merujuk pada besarnya potensi sumber daya pangan yang dimiliki daerah tersebut.

BRIN mendorong pengembangan Brebes sebagai pusat protein nasional melalui penguatan sumber protein hewani, pengembangan komoditas lokal, serta peningkatan nilai tambah produk. Pengembangan peternakan berbasis sumber daya genetik lokal juga dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak.
Kepala Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak, Ir. Dani Kusworo, S.Pt., M.Si., yang mewakili Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, mengapresiasi penetapan domba Tanjung sebagai rumpun ternak lokal.
Ia menegaskan bahwa penetapan tersebut harus diikuti dengan upaya menjaga karakteristik ternak, mempertahankan populasi, dan meningkatkan produktivitas melalui pembinaan yang berkelanjutan. Domba Sakub pun turut diperkenalkan sebagai kekayaan genetik lokal yang layak dikenal secara nasional.
Pemkab Dorong Pariwisata Berkelanjutan
Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE MM yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan potensi daerah melalui inovasi, pelestarian budaya, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang merusak alam. Pariwisata, menurutnya, harus berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pada hari pertama, Sabtu (17/10/2026), kegiatan diisi dengan Festival Domba Sakub, Gerakan Pangan Murah, pawai budaya, Festival Agrobudaya, pembukaan resmi, pentas seni budaya, dan pengumuman juara. Malam harinya dilanjutkan dengan sarasehan, Festival Obor, serta pertunjukan Senandung Jazz Kaligua.
Pada Minggu (18/10/2026), rangkaian acara meliputi Kaligua Fun Trail Run, olahraga tradisional, dan creative show.
Melalui Sakali Fest 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Brebes berharap dapat semakin memperkenalkan daya tarik wisata Kaligua sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Brebes Selatan.
Perpaduan wisata alam, seni budaya, dan promosi domba Sakub serta domba Tanjung menjadi peluang strategis untuk memperkuat identitas daerah dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan..***












