PEMALANG, Emsatunews.co.id — Semangat pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 di Kabupaten Pemalang kembali membuahkan hasil manis. Melalui Kelompok Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) Soshum, para mahasiswa sukses menggebrak Desa Kandang, Kecamatan Comal, lewat program pemberdayaan komprehensif yang menyasar tata kelola lingkungan, perlindungan anak di era digital, hingga pendisiplinan budaya kerja.
Aksi nyata ini dirancang secara terstruktur untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat secara berkelanjutan. Rangkaian program dimulai dengan pembenahan tata kelola lingkungan dan ekonomi kerakyatan melalui pendampingan Bank Sampah yang dihelat pada akhir Juni hingga akhir Juli 2026. Mahasiswa turun tangan langsung menata administrasi data nasabah, pembukuan transaksi, hingga optimalisasi publikasi agar sistem pengelolaan bank sampah desa menjadi jauh lebih profesional dan transparan.
Tidak berhenti di situ, isu lingkungan hidup juga diperkuat lewat pelatihan pengolahan limbah dapur rumah tangga menjadi pupuk kompos ramah lingkungan berbasis Green Logistics pada Kamis (30/7/2026). Warga diajak berpraktek langsung memilah sampah organik agar dapat bernilai guna kembali.
Di sektor keluarga dan pendidikan, mahasiswa menghadirkan penyuluhan hukum krusial mengenai perlindungan anak dari bahaya kecanduan gawai melalui kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR) pada Sabtu (1/8/2026). Para orang tua dibekali wawasan mendalam tentang pengasuhan digital agar anak-anak terlindungi dari dampak negatif internet.
Tak kalah menarik, pada Rabu (5/8/2026), mahasiswa memperkenalkan filosofi disiplin kerja ala Jepang, yakni 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke), kepada para pelajar guna menanamkan karakter kebersihan dan kerapian sejak dini. Sementara itu, untuk mendongkrak perekonomian lokal, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat turut mendapat pendampingan intensif dalam pemanfaatan WhatsApp Business dan Google Business Profile pada Jumat (7/8/2026) agar produk lokal mampu menembus pasar digital yang lebih luas.
Koordinator Desa KKN Tim II Undip Desa Kandang, Raden Galuh Arya, menegaskan bahwa seluruh program dirancang agar berdampak langsung dan jangka panjang bagi warga.
”Kami berusaha menyesuaikan setiap program dengan kebutuhan masyarakat Desa Kandang. Jadi, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga ikut mendampingi proses penerapannya. Harapannya, apa yang sudah dipelajari selama kegiatan KKN dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat setelah kami selesai bertugas di desa,” ujar Raden Galuh penuh semangat.
Melalui sinergi erat ini, kehadiran mahasiswa KKN Undip di Desa Kandang sukses meninggalkan jejak positif berupa peningkatan kemandirian ekonomi, ketertiban administrasi, serta kesadaran digital yang matang di tengah masyarakat.
Tim 2 KKN Reguler Universitas Diponegoro, Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang
Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.














