EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Krisis air bersih mulai dirasakan sejumlah warga di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Kondisi ini mendorong masyarakat dan tokoh setempat mendesak Pemerintah Kabupaten Brebes bersama PDAM segera menghadirkan solusi, salah satunya dengan memasang hidran di titik-titik strategis.
Selama ini, mobil tangki air harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer ke Bumiayu untuk mengisi ulang air. Jarak jauh itu membuat distribusi bantuan air bersih kepada warga menjadi lambat.

Hidran Bernilai Ganda Untuk Darurat Dan Kemanusiaan
Andrian Igong, tokoh pemuda Bantarkawung, menilai pemasangan hidran sangat mendesak.
“Bantarkawung membutuhkan hidran. Jangan sampai ketika terjadi kebakaran, mobil damkar kesulitan mendapatkan sumber air. Kalau ada hidran, petugas bisa lebih cepat mengambil air tanpa harus mencari sumber yang jauh,” katanya, Jumat, 4 September 2026.
Menurutnya, fungsi hidran tidak hanya untuk pemadam kebakaran. Fasilitas itu juga bisa menjadi sumber pengambilan air untuk kepentingan kemanusiaan.
“Hidran juga bisa digunakan ketika warga mengalami krisis air bersih. Mobil tangki bisa mengambil air dari hidran untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Warga Rasakan Langsung Dampak Jarak Jauh
Hal senada disampaikan Abrag (35) warga Bantarkawung. Ia mengaku proses mendapatkan bantuan air bersih kerap memakan waktu lama.
“Selama ini kalau warga meminta bantuan air bersih harus menunggu lama. Mungkin karena sumber untuk mengambil air bersih terlalu jauh, hanya ada di Bumiayu dengan jarak sekitar 15 kilometer,” ujar Abrag.
Ia berharap dengan adanya hidran di Bantarkawung, distribusi air bersih bisa lebih cepat dan warga tidak perlu menunggu terlalu lama.
BPBD Dan Masyarakat Dukung Penuh
Dukungan juga datang dari Budi Sujatmiko, Koordinator Lapangan BPBD Brebes wilayah Bumiayu.
“Kami mendukung pemasangan hidran di Bantarkawung. Hidran tentunya akan sangat membantu, terutama ketika terjadi kondisi darurat dan masyarakat membutuhkan sumber air yang lebih dekat,” kata Budi.
Wawan Irawan tokoh pemuda setempat juga turut menyatakan setuju.
“Saya sangat setuju kalau di Bantarkawung dipasang hidran. Fungsinya selain untuk pengambilan air mobil damkar, juga untuk kemanusiaan, yaitu pengambilan air untuk penyaluran air bersih kepada warga,” ungkapnya.
Harapan Pemetaan Segera Dilakukan
Andrian meminta Pemkab Brebes dan PDAM segera turun ke lapangan untuk memetakan titik pemasangan hidran. Menurutnya pemasangan hidran jangan sampai menunggu terjadi bencana kebakaran besar atau krisis air semakin parah baru pemerintah bergerak.
“Hidran ini bisa menjadi fasilitas penting untuk keselamatan sekaligus membantu kebutuhan dasar masyarakat. Bantarkawung jangan terus bergantung pada sumber air yang jaraknya jauh dari Bumiayu,” pungkas Andrian.***














