Berita Utama

Udara Terasa Sangat Panas dan Terik Matahari Yang Menyengat, Ini Kata BMKG

Adang Purnomo
6
×

Udara Terasa Sangat Panas dan Terik Matahari Yang Menyengat, Ini Kata BMKG

Sebarkan artikel ini

 

EMSATUNEWS.CO.ID, KENDAL – Dalam sepekan terakhir, suhu udara terasa sangat panas dan terik matahari yang menyengat melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa, tanpa kecuali wilayah Kabupaten Kendal juga mengalami hal tersebut.
Di Kota Kendal, pada Selasa ( 20/10/2026) pukul 18.46 WIB, suhu udara mencapai 31°Celcius.

Apa penyebab terjadinya suhu udara yang panas dan terik matahari yang menyengat?
Dikutip dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (20/10/2026), menyebutkan bahwa suhu udara yang panas dan terik matahari yang menyengat dikarenakan adanya fenomena Kulminasi Utama atau Hari Tanpa Bayangan.

Hal itu terkait erat dengan gerak semu harian matahari yang tengah terjadi di wilayah Pulau Jawa pada pertengahan bulan Oktober 2026 ini.

Akibat musim kemarau yang panjang, sebagian wilayah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, seperti di Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, mengalami kekeringan yang cukup parah. (Dok. Foto: Adpics).

Baca Juga :  Rizal Bawazier Akan Bangun Skill Development Center di Pemalang

Fenomena Kulminasi Utama atau Hari Tanpa Bayangan terjadi pada saat matahari berada tepat di posisi paling tinggi di langit atau titik zenit saat tengah hari, yang disebabkan oleh bidang ekuator atau rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau revolusi Bumi.

Hal ini mengakibatkan posisi Matahari dari Bumi terlihat terus bergeser sepanjang tahun antara 23,5° LU hingga 23,5° LS, yang dikenal sebagai Gerak Semu Harian Matahari.

Selain disebabkan oleh Gerak Semu Harian Matahari, kondisi terik yang menyengat di pertengahan bulan Oktober 2026 ini, juga berkaitan dengan dinamika musim.

Secara umum, wilayah Pulau Jawa saat ini masih berada dalam periode musim kemarau dengan tutupan awan yang sangat minim.

Minimnya tutupan awan dan durasi musim kemarau tahun 2026 ini yang diprakirakan akan berlangsung lebih panjang dari kondisi normalnya, membuat radiasi sinar Matahari terasa sangat menyengat di sepanjang Oktober 2026.

Baca Juga :  Menag Saksikan Kebahagian Jemaah Haji Turun Pesawat

Prediksi Akhir Musim Kemarau dan Awal Musim Hujan

Menurut BMKG, puncak musim kemarau secara nasional di sebagian besar wilayah Indonesia telah terlewati pada Agustus 2026 lalu.

Terkait dengan kapan berakhirnya musim kemarau, BMKG memprakirakan bahwa awal musim hujan di mayoritas wilayah Indonesia akan mengalami keterlambatan atau mundur jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologisnya.

Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi baru akan memasuki awal musim hujan secara bertahap mulai bulan November hingga Desember 2026.

Awal musim hujan diprediksi mulai masuk pada bulan November 2026 di sebagian kecil wilayah Jawa dan Sumatera, lalu meluas ke sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada bulan Desember.

Kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh indikator iklim global di mana fenomena El Nino berada pada fase Sangat Kuat. (*17).