Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Api Gunung Sumbing Resmi Padam, Gubernur Ahmad Luthfi Fokus Pemulihan Lingkungan dan Air Bersih

Joko Longkeyang
5
×

Api Gunung Sumbing Resmi Padam, Gubernur Ahmad Luthfi Fokus Pemulihan Lingkungan dan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

TEMANGGUNG, Emsatunews.co.id — Kabar gembira datang dari kawasan pegunungan Jawa Tengah. Api yang berkobar di Gunung Sumbing akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya setelah melalap luas kawasan hutan dan lahan di tiga kabupaten sekaligus. Namun, berakhirnya masa pemadaman bukan berarti pekerjaan selesai. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini beralih ke tahap pemulihan, dengan prioritas utama memulihkan akses air bersih warga dan merehabilitasi ekosistem yang rusak.

 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan hal itu usai meninjau langsung lokasi kebakaran dan berinteraksi dengan relawan di Basecamp Bimawari, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, pada Minggu, 25 Oktober 2026.

 

“Hari ini wilayah Gunung Sumbing telah padam, tetapi yang kita evaluasi adalah upaya pascabencananya. Di antaranya, kebutuhan dasar masyarakat harus terpenuhi,” ujar Ahmad Luthfi.

 

Kerusakan akibat kebakaran ternyata tidak hanya berupa lahan gundul. Sejumlah fasilitas vital warga juga ikut terdampak, terutama jaringan saluran pipa air bersih yang terbakar maupun rusak akibat panas api. Pemulihan sarana ini menjadi prioritas agar warga segera mendapatkan kembali akses kebutuhan paling dasar.

Baca Juga :  Hari ini Kodim Sragen Buka Karya Bakti Wonotolo Gondang

 

“Banyak pipa-pipa kita yang terbakar atau rusak itu harus kita recovery kembali. Kemudian, lakukan reboisasi terkait dengan pascabencana. Beberapa masyarakat mengusulkan untuk diberikan tanaman-tanaman yang siap untuk direboisasi kembali. Reboisasi kita lakukan bersama,” jelasnya.

 

Kawasan Bersih dari Titik Api

 

Pemadaman tuntas diumumkan oleh pihak pengelola kawasan hutan. Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, Dimyati, menyatakan bahwa sejak Sabtu, 24 Oktober 2026, tidak lagi ditemukan titik api maupun asap di kawasan tersebut. Pemantauan melalui aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan juga menunjukkan hasil yang sama — kawasan bersih dari api.

 

“Kita pantau hari ini dari Sipongi, Gunung Sumbing bersih dari titik api dan asap kebakaran,” kata Dimyati.

 

Luas lahan yang terdampak kebakaran tercatat mencapai 974,29 hektare, terbagi di tiga kabupaten: 362 hektare di Kabupaten Wonosobo, 213 hektare di Kabupaten Magelang, dan 398,89 hektare di Kabupaten Temanggung. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp189,3 juta. Sebagian besar area yang terbakar berupa lahan sabana berisi ilalang dan rumput hutan, meski di sejumlah titik di Wonosobo api juga menghanguskan tumbuhan berkayu.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Himbau Masyarakat Konsumsi Air Minum Ajibpol, Produk PDAM Tirta Mulia

 

Penyebab Masih Diselidiki, Pencegahan Diperkuat

 

Meskipun api telah padam, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Indikasi awal mengarah pada faktor kelalaian manusia atau human error, namun pemerintah meminta masyarakat tidak berspekulasi berlebihan sebelum hasil resmi diumumkan.

 

“Penyebab kebakaran atau titik mula api masih dilakukan penyelidikan, indikasi awal adalah human error. Jangan sampai nanti terulang, apalagi sengaja,” pesan Ahmad Luthfi.

 

Pemerintah juga mempertegas langkah pencegahan ke depan. Masyarakat di kawasan pegunungan diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun menyalakan api tanpa pengawasan. Imbauan penutupan sementara jalur pendakian di gunung-gunung Jawa Tengah masih berlaku sambil menunggu evaluasi kondisi keamanan lingkungan.

 

Penanganan kebakaran di Gunung Sumbing juga mendapatkan dukungan luas dari berbagai unsur — BPBD, BNPB, TNI–Polri, Perhutani, hingga relawan masyarakat. Di Gunung Lawu, pemadaman juga dilakukan dengan dukungan helikopter penyerah air. Kini, setelah api padam, perhatian beralih sepenuhnya: memastikan air bersih mengalir kembali, hutan hijau kembali tumbuh, dan masyarakat hidup lebih aman dari ancaman kebakaran di masa mendatang. ( Joko Longkeyang).