EMSATUNEWS.CO.ID, SEMARANG, – Mental juara tidak ditentukan oleh posisi start. Hal itu dibuktikan Azzahra Luh Natha Yuganta.
Atlet panahan muda berusia 15 tahun itu sukses merebut medali emas Divisi Recurve Putri pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVII Jawa Tengah 2026 di Stadion Utama Kebondalem, Kendal, yang berlangsung 25-30 Oktober 2026. Prestasi tersebut diraih setelah ia menumbangkan atlet nasional peraih medali SEA Games 2025 di partai puncak.
Kemenangan ini terasa istimewa, karena Luh Natha datang bukan sebagai unggulan.
Bangkit dari Peringkat 10
Pada babak kualifikasi individu, Luh Natha yang masih duduk di bangku kelas X.2 SMAN 2 Purwokerto itu harus puas berada di peringkat ke-10. Posisi yang jauh dari prediksi juara.
Namun, babak kualifikasi hanyalah awal. Memasuki babak eliminasi, performa Luh Natha justru menanjak tajam.
Julukan “Sang Kuda Hitam” pun melekat. Dari posisi yang tidak diperhitungkan, ia perlahan membalikkan keadaan dan membuka jalan menuju podium tertinggi.

Dua Kali Shoot-Off, Mental Diuji di Titik Kritis
Perjalanan menuju emas tidak mudah. Ketegangan memuncak saat Luh Natha harus menjalani dua kali babak penentuan atau _shoot-off_, masing-masing di babak 1/16 final dan perempat final.
Dalam panahan, _shoot-off_ adalah momen paling menegangkan. Satu anak panah menjadi penentu antara melaju atau tersingkir.
Di bawah tekanan tinggi, Luh Natha menunjukkan ketenangan di luar usianya. Ketepatan bidikan dan kemampuannya mengendalikan emosi menjadi kunci untuk melewati dua ujian berat tersebut.
Tumbangkan Atlet Nasional di Final
Puncak perjuangan terjadi di partai final. Berhadapan dengan atlet nasional berpengalaman yang telah mengantongi medali SEA Games 2025, Luh Natha tampil tanpa beban.
Dengan teknik yang matang dan keberanian untuk tetap menyerang, ia berhasil mengunci kemenangan dan mempersembahkan medali emas untuk Kabupaten Kendal.
Dari peringkat ke-10 di kualifikasi, melewati dua kali shoot-off hingga menumbangkan atlet nasional, setiap tahapan dilalui sebagai bagian dari proses menuju juara.

Kebanggaan Kretek, Brebes Selatan
Meski pada PORPROV XVII 2026 mewakili Kabupaten Kendal, Azzahra Luh Natha Yuganta sejatinya adalah putri daerah Brebes. Ia tumbuh besar di Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Prestasi yang diraihnya pun menjadi kebanggaan ganda. Kebanggaan bagi Kabupaten Kendal sebagai kontingen yang dibela, sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Desa Kretek dan Brebes Selatan yang menjadi tanah kelahirannya.
Pesan dari Sang Juara Muda
Kisah Luh Natha menegaskan satu hal: hasil awal bukanlah akhir segalanya.
Medali emas ini bukan sekadar soal kemenangan teknis di lapangan panahan. Ini tentang ketahanan mental, tentang kemampuan untuk bangkit saat tidak diunggulkan, dan tentang keberanian menuntaskan perjuangan hingga anak panah terakhir.
Bagi seorang pelajar berusia 15 tahun, emas PORPROV adalah pijakan penting. Namun, ini juga menjadi awal dari tantangan baru untuk menjaga konsistensi dan terus berprestasi di level yang lebih tinggi.
Azzahra Luh Natha Yuganta telah membuktikan, juara sejati bukan mereka yang selalu memulai dari depan, melainkan mereka yang mampu bertahan dan menyelesaikan perlombaan hingga akhir.***







