Emsatunews.co.id, Pemalang – Pemerintah Kecamatan Pemalang menghadapi tantangan berat dalam perencanaan pembangunan tahun 2026. Meski idealnya dana desa dipatok minimal Rp1 miliar, saat ini terjadi penurunan alokasi hingga 70 persen yang berdampak signifikan pada rencana pembangunan fisik di wilayah tersebut.
Hal itu mencuat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pemalang yang digelar di Pendopo Kecamatan, Selasa (3/2/2026). Acara yang mengusung tema “Mengembangkan Potensi Perekonomian Melalui Pembangunan Pariwisata Terintegrasi, Industri Pertanian dan Perikanan, serta Pengembangan UMKM” ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, anggota DPRD Dapil 1, serta seluruh kepala desa dan lurah se-Kecamatan Pemalang.
Camat Pemalang, Prasetyo Widyatmoko, S.IP., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa penurunan anggaran yang drastis memaksa pemerintah desa untuk memutar otak. Menurutnya, keterbatasan dana tersebut membuat pembangunan infrastruktur fisik menjadi terkendala.”Kondisi anggaran dana desa saat ini menurun hingga 70 persen. Oleh karena itu, penggunaan dana tahun ini akan kita fokuskan pada prioritas pemberdayaan masyarakat serta program penurunan angka stunting di wilayah Kecamatan Pemalang,” tegas Prasetyo.
Selain masalah anggaran, Prasetyo juga menyoroti penurunan Indeks Pembangunan Wilayah Kecamatan (IPWK) yang merosot dari angka 1,595 menjadi 1,449. Hal ini menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan yang hadir.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan tahun 2024 untuk pengerjaan tahun 2025, tercatat total pagu anggaran mencapai Rp1,52 miliar yang mencakup 8 kegiatan fisik dan 4 non-fisik. Namun, untuk proyeksi tahun 2026, hasil kesepakatan Pra-Musrenbang mengerucut pada 6 kegiatan fisik dan 2 kegiatan non-fisik sebagai skala prioritas.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Dapil 1 memberikan dukungan penuh agar hasil musyawarah tersebut dapat disepakati bersama. Pihak legislatif berharap usulan yang telah dihimpun melalui musyawarah dusun hingga tingkat kecamatan dapat diterima secara luas demi kemajuan ekonomi terintegrasi di Pemalang.( Joko Longkeyang).















