EMSATUNEWS.CO.ID – BOGOR – Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Pemilihan Ketua DPC Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Bogor periode 2026-2031 yang digelar di Aula Kodim 0606 Kota Bogor pada Senin, 12 Januari 2026 lalu menuai polemik.
Salah satu kandidat calon ketua, Agus Madi secara resmi melayangkan surat keberatan kepada DPD PPM Jawa Barat terkait adanya dugaan pelanggaran prosedur dan legalitas dalam forum tersebut.
Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua DPD PPM Jawa Barat tertanggal 14 Januari 2026, Agus Madi mengungkapkan sejumlah poin krusial yang dianggap menciderai marwah organisasi.
Agus menilai pembentukan panitia Muscab dan penetapan peserta tidak memiliki dasar legalitas yang jelas. Selain itu, ia menuding pihak panitia tidak melakukan sosialisasi yang memadai terkait tahapan pemilihan.
“Panitia Muscab tidak mengundang saya sebagai salah satu kontestan dengan alasan data tidak komplit. Padahal, data saya telah terverifikasi dan tervalidasi di KANMINVET Kota Bogor, termasuk lampiran SKCK Mabes Polri dan KTA PPM Kota Bogor sebagai syarat mutlak,” ucapnya pada Rabu, 14 Januari 2026.
Agus menyebut bahwa poin yang paling disoroti yakni minimnya pelibatan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Bogor selaku Pembina Utama. Di mana, lanjut ya, Ketua LVRI Kota Bogor tidak dihadirkan dalam acara tersebut.
“Kehadiran perwakilan LVRI dalam Muscab diduga tanpa mandat resmi dari Ketua LVRI Kota Bogor sehingga panitia dianggap mengabaikan hasil musyawarah mufakat sebelumnya antara LVRI PC Kota Bogor dan PPM PC Kota Bogor terkait pembentukan KSB Ranting,” jelasnya.
Atas dasar itu, Agus menilai pelaksanaan Muscab terkesan “cacat hukum” karena penyelenggara dianggap telah melampaui wewenang LVRI sebagai Pembina Utama.
Ia meminta DPD PPM Jawa Barat untuk segera meninjau kembali seluruh proses Muscab PC PPM Kota Bogor, termasuk memeriksa ulang validitas data para calon ketua dan legalitas SK Ranting peserta Muscab.
“Kami meminta ada panitia pelaksana dapat memastikan netralitas di bawah pengawasan ketat DPD PPM Jawa Barat dan LVRI Kota Bogor dan kami berharap pimpinan tingkat provinsi dapat mengambil sikap bijak demi menjaga integritas organisasi,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPD PPM Jawa Barat maupun panitia Muscab belum memberikan pernyataan resmi terkait surat keberatan tersebut.
Untuk diketahui, Musyawarah Cabang (Muscab) ke-XI PC PPM Kota Bogor sukses digelar di Aula Makodim 0606, Kota Bogor pada Senin, 12 Januari 2026.
Dalam forum tertinggi tingkat cabang tersebut, Jeane Taroreh terpilih secara mutlak untuk menakhodai PC PPM Kota Bogor masa bakti 2026-2031, serta pelaksanaan Muscab XI dipimpin langsung oleh jajaran Pengurus Daerah (PD) PPM Jawa Barat. (FDL)















