Emsatunews.co.id ~ Palembang || Layanan Husnul Khotimah (LHK) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sako Kota Palembang menggelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah yang diikuti oleh puluhan Warga Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berada di wilayah lingkup PCM Sako serta Jama’ah Masjid Al-Jannah Pusri Sako, Palembang, Ahad (1/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 17.00 ini mendapatkan banyak antusias dari para peserta, dikarenakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah baru perdana dilaksanakan dilingkup Muhammadiyah Sako.
Ketua LHK PCM Sako, M. Rizky Kurniawan berharap Pelatihan Pemulasaran Jenazah mampu meningkatkan pemahaman, wawasan, dan keterampilan peserta, khususnya dalam pelaksanaan shalat jenazah yang sesuai tuntunan.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan memberi dampak nyata bagi pengurus LHK PCM Samo sebagai bagian dari upaya menyiapkan tim ahli yang profesional dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada warga Muhammadiyah-‘Aisyiyah serta masyarakat luas.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta memperoleh pemahaman yang utuh tentang tata cara pemulasaran dan shalat jenazah yang baik dan benar. Setelah kegiatan ini, semoga ilmu yang didapat dapat berdampak langsung, khususnya bagi pengurus LHK PCM Samo, karena LHK didirikan untuk menyiapkan tim ahli yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi warga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan masyarakat secara umum,” ujar M. Rizky Kurniawan.
Pelatihan Pemulasaran Jenazah ini disampaikan oleh Ustadz Mualimi yang telah berpengalaman dan menguasai secara mendalam ilmu pemulasaran jenazah. Melalui materi yang disampaikan, diharapkan peserta tidak hanya memahami secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkan dan menerapkannya setelah mengikuti pelatihan.
“Materi pemulasaran jenazah ini kami sampaikan secara komprehensif agar peserta tidak hanya memahami ilmunya, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan baik dan benar setelah pelatihan ini selesai,” tutur Ustadz Mualimi.
Selain penyampaian teori dan materi, Pelatihan Pemulasaran Jenazah ini juga dilengkapi dengan praktik langsung yang melibatkan seluruh peserta. Melalui metode ini, peserta diajak untuk tidak hanya memahami konsep secara tekstual, tetapi juga menyaksikan dan melakukan setiap tahapan pemulasaran jenazah sesuai tuntunan yang benar.
Praktik lapangan Pelatihan Pemulasaran Jenazah tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta terhadap ilmu yang telah dipelajari, sekaligus menumbuhkan kesiapan dan kepercayaan diri untuk menerapkannya di kemudian hari ketika dibutuhkan dalam pelayanan kepada umat dan masyarakat.***
(Tarqum Aziz JurnalisMu Banyumas Raya).















