Emsatunews.co.id ~ Lumbir–Banyumas || Lapangan SMP Negeri 1 Lumbir menjelma menjadi ruang perjumpaan gagasan, rasa, dan daya cipta saat Pagelaran Sinergi Seni bertajuk “Ekspresi Estetika Siswa di Bumi Lumbir” digelar pada Senin, 2 Januari 2026. Kegiatan ini bukan sekadar penutup ujian praktik siswa kelas IX, melainkan perayaan pendidikan yang memuliakan seni, budaya, dan kewirausahaan sebagai satu kesatuan proses pembentukan karakter pelajar.

Pagelaran dibuka dengan tarian Lengger Sekar Melati yang dibawakan oleh para siswa sebagai penanda kuat identitas kultural lokal. Tarian ini tidak hanya berfungsi sebagai pra-acara, tetapi juga sebagai simbol bahwa sekolah hadir sebagai ruang pewarisan nilai dan kebudayaan. Momentum peresmian kegiatan ditandai dengan sambutan Kepala SMP Negeri 1 Lumbir sekaligus pengguntingan pita, menandai dimulainya rangkaian ekspresi kreatif siswa.
Kepala SMP Negeri 1 Lumbir, Sutomo, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab ideologis dalam merawat kebudayaan. “SMP Negeri 1 Lumbir menempatkan budaya sebagai fondasi pendidikan, salah satunya melalui pengembangan ebeg edukasi yang telah dikenal secara nasional. Menurutnya, kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga dan dibanggakan karena menjadi pembeda sekaligus kekayaan bangsa,” ungkapnya.
Semangat serupa disampaikan oleh wali kelas IX yang mendampingi kegiatan. Septri Rahayu Purwanti, S.Pd., menilai pagelaran ini sebagai ruang aktualisasi yang penting bagi tumbuhnya kepercayaan diri siswa.
“Saya bangga kepada anak-anak kelas IX yang telah menampilkan penampilan terbaiknya. Setiap anak memiliki keunikan, potensi, serta panggungnya masing-masing, dan salah satunya ditampilkan melalui panggung ini. Pengalaman hari ini semoga menjadi bekal kepercayaan diri mereka di masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, wali kelas IX B, Agung Widodo, S.Pd., yang mendampingi pameran seni lukis mengapresiasi dan mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas karya lukis siswa yang dipamerkan.
“Pamerannya luar biasa, semoga kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai ikhtiar berkelanjutan dalam mengembangkan bakat, kepekaan estetik, serta keberanian siswa untuk mengekspresikan gagasan melalui medium seni,” ujarnya.
Maghira Resma Balasih, salah satu peserta bazar kreatif mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberi ruang pembelajaran kewirausahaan yang nyata.
“Saya sangat senang dengan penyelenggaraan bazar dalam ujian praktik ini. Acaranya sukses, dan melalui bazar, siswa belajar bekerja sama, mengelola usaha sederhana, meraih keuntungan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan nilai-nilai penting yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas formal,” katanya.
Sejak pagi hari, kawasan sekolah dipenuhi aktivitas kreatif yang berjalan secara paralel. Bazar kreatif siswa kelas IX F dan IX G menghadirkan beragam inovasi olahan makanan, sementara pameran seni lukis karya siswa kelas IX A dan IX B dipusatkan di aula sekolah menampilkan puluhan karya dengan tema dan gaya visual yang mencerminkan imajinasi serta kepekaan estetik para pelajar.
Puncak kegiatan diwujudkan melalui pagelaran sendratari di lapangan sekolah. Setiap penampilan diawali dengan pengantar dari wali kelas untuk memperkuat makna cerita yang disajikan. Kelas IX C membawakan sendratari “Ugem Setyo”, kelas IX D menampilkan “Sendyakala Bumi Banjarsari”, dan kelas IX E menyuguhkan “Srikandi Senopati”. Rangkaian ini diperkaya dengan persembahan lagu dan pembacaan puisi yang semakin memperkaya nuansa artistik acara dan menegaskan bahwa seni adalah bahasa pendidikan yang hidup dan menyentuh.
Menariknya, pagelaran ini tidak hanya dinikmati oleh warga sekolah secara langsung, tetapi juga disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube, Instagram, dan TikTok resmi sekolah. Langkah ini mencerminkan ikhtiar sekolah dalam memperluas ruang apresiasi, sekaligus menunjukkan adaptasi pendidikan terhadap perkembangan media digital sekaligus memperluas jangkauan apresiasi karya siswa tanpa kehilangan akar kulturalnya.
Melalui Pagelaran Sinergi Seni “Ekspresi Estetika Siswa di Bumi Lumbir”, SMP Negeri 1 Lumbir tidak hanya melaksanakan evaluasi akademik, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang kontekstual dan bermakna. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sekolah mampu menjadi pusat tumbuhnya kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap budaya yang sejalan dengan semangat pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.***
(Tarqum Aziz JurnalisMu Banyumas Raya).















