Emsatunews.co.id, Pemalang – Angin segar berembus bagi ratusan keluarga penyintas bencana tanah gerak di Desa Padasari. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan jaminan bahwa Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Tegal tengah mematangkan proyek Hunian Tetap (Huntap) agar warga segera memiliki kepastian tempat tinggal permanen.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ahmad Luthfi saat mengunjungi Hunian Sementara (Huntara) di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, bertepatan dengan perayaan Iduladha 1447 H, Rabu (27/5/2026). Selain membagikan kebahagiaan lewat kurban sapi seberat 906 kg, ia meninjau langsung kelayakan fasilitas yang kini ditempati warga.
Negara Hadir di Tengah Bencana
Dalam tinjauannya, Gubernur menegaskan bahwa negara tidak akan membiarkan masyarakat berjuang sendirian pascabencana. Setelah sukses membangun 456 unit rumah modular pada tahap pertama, fokus pemerintah kini beralih pada pemulihan jangka panjang.
”Kami memastikan tidak ada keluhan dari masyarakat terkait fasilitas di Huntara. Namun, ini hanyalah persinggahan. Pemerintah Kabupaten Tegal sudah menyiapkan lahan untuk Huntap. Begitu terealisasi, hak milik rumah dan tanah sepenuhnya akan menjadi milik warga,” tegas Ahmad Luthfi.
Fasilitas Huntara yang Manusiawi
Saat ini, warga terdampak menempati lahan seluas 4,7 hektare di Desa Capar. Fasilitas yang tersedia tergolong sangat memadai, mulai dari akses air bersih, listrik, masjid, hingga pos kesehatan dan area bermain anak.
Gubernur bahkan menyempatkan diri menyisir blok demi blok, membagikan alat tulis untuk anak-anak, serta berdialog hangat dengan penghuni. Kehadirannya disambut antusias oleh warga yang merasa diperhatikan secara personal.
Harapan Warga untuk Masa Depan
Wasitoh, salah satu penghuni blok H5.1, mengaku sempat kaget saat gubernur berdiri di depan pintu rumahnya. Ia merasa lega meski saat ini masih tinggal di hunian sementara.
”Sangat bersyukur fasilitasnya lengkap, kami juga masih bisa membuka usaha kecil di sini. Namun, doa kami tetap satu, semoga rumah tetap (Huntap) segera jadi supaya hati lebih tenang,” ungkapnya dengan penuh harap.
Senada dengan Wasitoh, warga lainnya, Rifai, menilai kunjungan Gubernur memberikan suntikan moral yang besar. Baginya, janji pemerintah soal Huntap adalah kunci utama agar para pengungsi bisa kembali merajut masa depan tanpa dihantui rasa cemas akan tempat berteduh.
Upaya percepatan ini menjadi komitmen nyata jajaran Forkopimda dalam merepresentasikan kehadiran negara di tengah situasi darurat bencana alam.( Joko Longkeyang).















