Pekalongan

Dirjen Perkeretaapian Rekomendasikan Pembukaan Akses JPL 126, Warga Dua Kecamatan Sambut Gembira

Avatar
12
×

Dirjen Perkeretaapian Rekomendasikan Pembukaan Akses JPL 126, Warga Dua Kecamatan Sambut Gembira

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 48;

EMSATUNEWS.CO.ID/ PEKALONGAN – Harapan masyarakat untuk kembali dibukanya akses di perlintasan rel kereta api JPL 126 KM 98+2/3 yang berada di Dukuh Buntu, Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, mulai menemukan titik terang.

Hal tersebut menyusul terbitnya surat rekomendasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Nomor: KA.401/2/14/DJKA/2026 yang pada prinsipnya memberikan persetujuan atas pembukaan akses jalan di lokasi tersebut. Persetujuan itu tetap harus memenuhi ketentuan teknis, aspek keselamatan perkeretaapian, serta melalui koordinasi dengan seluruh instansi terkait.
Menindaklanjuti rekomendasi tersebut,

Advertisement

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Agus Purwanto, menyatakan pihaknya siap memfasilitasi proses pembukaan akses dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Desa Tengengwetan Kecamatan Siwalan, serta instansi terkait lainnya.
“Kami tetap optimistis dan akan terus mengupayakan agar akses di perlintasan Jalan Buntu, Dukuh Ndayakan, Desa Tengengwetan, dapat segera dibuka kembali. Tentunya semua harus melalui tahapan dan proses yang memerlukan waktu. Kami mohon masyarakat tetap berupaya serta menjaga sinergi dengan semua pihak,” ujar Agus Purwanto saat ditemui di kantornya, Senin (13/7/2026).

Baca Juga :  Dolan Bareng Rizal Bawazier, Bersama Menebar Harapan Untuk Penyintas Thalassemia

Pembukaan akses ini dinilai sangat penting karena akan menghubungkan Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, dengan Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi. Jalur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat di dua desa dan dua kecamatan, sekaligus memangkas waktu tempuh yang selama ini harus memutar hingga beberapa kilometer.
Selama akses ditutup, warga mengaku mengalami kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan,pertanian hingga urusan sosial kemasyarakatan, dan juga akses alternatif satu satunya pada saat desa Tengengwetan mengalami kabanjiran.

Salah seorang warga Dukuh Mojotengah, Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Tasurun, mengaku sangat bersyukur setelah mendengar adanya pembukaan palang pintu di perlintasan kereta api dk Buntu Kendalikan desa Tengengwetan akses tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat senang. Sudah lama masyarakat menunggu kabar seperti ini. Kalau akses ini benar-benar dibuka, warung kami tentu akan lebih ramai karena warga dari dua arah bisa kembali melintas. Semoga prosesnya lancar dan segera terealisasi,” ujarnya dengan wajah penuh semangat.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat Sesuai Amanat Presiden Prabowo

Senada dengan itu, Tarono, warga Desa Tengengwetan, mengatakan pembukaan kembali akses di perlintasan rel kereta api JPL 126 KM 98+2/3
akan membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Dalam kesempatan persiapan sore tadi,jelang Joint Inspection (JI) yang akan diselenggarakan besok , Selasa 14/7/2026 hadir Kepala Desa Tengengwetan beserta Sekdes serta Ketua Aliansi Gerakan Masyarakat Pekalongan Raya (Gempar) beserta sekretaris Gempar dan inisiator sekaligus advokat Gempar

Rozikin Sanoe