EMSATUNEWS.CO.ID, PEKALONGAN – Polisi menyelidiki peristiwa keributan yang melibatkan sejumlah pemuda di kawasan sebelah barat Pendopo Bupati Pekalongan pada Jumat (3/7/2026) dini hari. Dalam insiden tersebut, situasi sempat memanas setelah salah seorang pemuda diduga mengeluarkan senjata tajam dan melakukan pengancaman.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, keributan bermula ketika tiga remaja tengah berkumpul dan berbincang di lokasi. Tidak lama kemudian, seorang pemuda yang mengenakan kaos hitam menghampiri mereka sambil mempertanyakan siapa yang sebelumnya berbicara dengan suara keras.
Situasi kemudian memanas saat seorang pemuda lain berinisial R datang menghampiri dan terlibat adu mulut dengan pemuda berkaos hitam tersebut. Perdebatan sempat berlangsung hingga R memilih meninggalkan lokasi setelah melihat lawan bicaranya diduga membawa rantai.
Beberapa saat kemudian, pemuda berkaos hitam sempat menghampiri kelompok tersebut dan meminta maaf. Namun kondisi kembali memanas ketika rombongan R datang ke lokasi.
Dalam keributan lanjutan itu, pemuda berkaos hitam diduga mengeluarkan sebilah pisau dari saku celananya, kemudian menggesekkannya ke paving serta menodongkannya ke arah salah seorang pemuda. Aksi tersebut sempat dicegah oleh seorang perempuan yang berada di rombongannya, namun ketegangan terus berlanjut hingga kakak dari salah seorang pemuda yang diduga menjadi sasaran pengancaman datang meminta penjelasan.
Tak lama berselang, mobil patroli Polres Pekalongan tiba di lokasi sehingga kelompok yang terlibat membubarkan diri dan berpindah ke lokasi lain. Sementara para saksi kemudian bergeser ke depan Pendopo Bupati dan melihat kelompok pemuda berkaos hitam telah dikerumuni warga.
Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Ipda Warsito, S.H., membenarkan adanya laporan terkait keributan tersebut. Menurutnya, petugas yang sedang berpatroli segera mendatangi lokasi begitu mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas.
“Begitu menerima informasi adanya keributan antar pemuda, personel patroli langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan mencegah situasi berkembang lebih jauh. Saat ini kami masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari para saksi serta mengumpulkan informasi terkait pihak-pihak yang terlibat,” ujar Ipda Warsito.















