EMSATUNEWS.CO.ID / PEKALONGAN- Pasca kasus korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan FAR, aksi damai yang digelar oleh para aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Kabupaten Pekalongan semakin marak dan berbobot. Kolaborasi lintas LSM se-Pekalongan Raya ini berperan penting sebagai mitra sekaligus penyeimbang pemerintahan daerah hingga tingkat desa, menunjukkan marwahnya sebagai lembaga kontrol sosial yang menjaga agar roda pemerintahan berjalan pada rel yang benar, mewujudkan tata kelola yang baik (good government), lurus, dan berpihak pada kepentingan bangsa sesuai tugas serta kewajiban masing-masing.
Berbagai elemen bersatu membawa misi yang sama: memastikan pemerintahan berjalan dengan benar dan terhindar dari tindakan sewenang-wenang, korupsi, serta penyalahgunaan wewenang oleh pejabat publik. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Kabupaten Pekalongan, khususnya melalui para aktivis LSM, merasa terwakili dalam menyuarakan kepedulian atas kinerja pemerintahan yang selama ini dinilai belum maksimal.
Dalam aksi ini hadir perwakilan dari:
Forlindo, dipimpin oleh M. Zafaron
Pejuang 24, dipimpin oleh Hadi Teguh Santoso
Koalisi Transparansi Pekalongan (KTP), dipimpin oleh Sony Yulianto
Kegiatan yang berlangsung siang hari, Jumat (17/7/2026), ini dihadiri langsung oleh unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan: Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., serta Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, S.H..
Pernyataan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman
Dalam sambutan dan dialognya, Plt. Bupati Sukirman menyampaikan apresiasi yang mendalam:
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada teman-teman LSM yang masih peduli serta berani memberikan kritik membangun. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami sangat terbuka terhadap pengawasan dari masyarakat. Jika ditemukan praktik yang tidak benar, silakan laporkan langsung kepada kami, dan kami akan evaluasi serta menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. Mari kita bersinergi membangun Kabupaten Pekalongan yang lebih baik, bersih, dan berkeadilan,” ujar Sukirman.
Ia juga menegaskan akan segera menindaklanjuti berbagai catatan terkait perbaikan infrastruktur, kesejahteraan pekerja, serta dugaan pelanggaran yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Pernyataan Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengapresiasi kedewasaan peserta aksi:
“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan santun. Polres Pekalongan bersama unsur TNI dan instansi terkait hadir di sini untuk memberikan pelayanan pengamanan secara humanis dan profesional, agar suara masyarakat dapat tersampaikan dengan baik serta kegiatan berjalan aman dan kondusif tanpa gangguan apa pun,” tegas Yusuf.
Ia juga menegaskan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak yang dilindungi undang-undang, selama dilakukan dengan tertib dan tidak melanggar aturan hukum.
Pernyataan Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi
Dandim Chabibi menyampaikan dukungan dan komitmen sinergi:
“TNI khususnya Kodim 0710/Pekalongan senantiasa mendukung terwujudnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong kemajuan daerah. Aspirasi yang positif seperti ini sangat berharga bagi kemajuan bersama,” ujarnya.
Rozikin Sanoe















