PEMALANG, Emsatunews.co.id – SMP Negeri 2 Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 dengan menampilkan berbagai karya dan kreativitas siswa baru. Program yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, menjadi langkah awal sekolah dalam membangun karakter peserta didik melalui pendekatan yang edukatif, aman, dan menyenangkan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala SMP Negeri 2 Bodeh, Fatieq Fahmi, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Fatieq Fahmi, tema “MPLS Ramah” dipilih sebagai wujud komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, bebas dari perundungan, serta mampu membuat siswa baru merasa nyaman sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah.”Tahun 2026 kami mendapatkan siswa baru kelas 7( tujuh) ada 135 siswa, kami ingin peserta didik baru mengenal sekolah dengan suasana yang menyenangkan. MPLS bukan lagi kegiatan yang menakutkan, melainkan menjadi ruang belajar untuk mengenal lingkungan, guru, teman, budaya sekolah, serta nilai-nilai yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Bodeh,” ujarnya.
Mengenalkan Sekolah Melalui Materi “Aku dan Sekolahku”
Salah satu materi utama dalam MPLS tahun ini adalah “Aku dan Sekolahku”, yang dirancang untuk membantu siswa memahami lingkungan sekolah secara menyeluruh.
Melalui materi tersebut, peserta didik diperkenalkan dengan berbagai fasilitas sekolah, tata tertib, budaya belajar, hingga peran seluruh warga sekolah dalam menciptakan suasana pendidikan yang aman dan nyaman.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi siswa sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan rasa percaya diri.
Libatkan Berbagai Narasumber
Pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Negeri 2 Bodeh juga melibatkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan masyarakat.
Materi keagamaan serta pembentukan karakter disampaikan oleh Ghofur dari Kantor Urusan Agama (KUA).
Sementara itu, dari unsur Pemerintah Kecamatan Bodeh hadir Edi Siswanto, S.E. dan Teguh Widodo Utomo, S.H., yang memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta pentingnya membangun karakter generasi muda.
Selain itu, Abdul Ghofur dari Genre Bodeh turut memberikan edukasi kepada siswa mengenai pengembangan karakter remaja, perencanaan masa depan, serta pentingnya menjaga pergaulan yang sehat.
Seluruh dewan guru SMP Negeri 2 Bodeh juga berperan aktif dalam mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
Penutupan Diwarnai Penampilan Karya Siswa
Sebagai penutup rangkaian MPLS Ramah, siswa baru diberikan kesempatan menampilkan berbagai hasil karya dan kreativitas yang telah mereka persiapkan selama mengikuti kegiatan.
Penampilan tersebut menjadi bentuk keberanian, kerja sama, serta kreativitas siswa setelah menjalani proses pengenalan lingkungan sekolah.
Menurut Fatieq Fahmi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri serta mempererat hubungan antarsiswa maupun antara siswa dengan para guru.”Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama MPLS menjadi bekal awal bagi peserta didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, berprestasi, dan mampu menjaga nama baik sekolah,” katanya.
Komitmen Mewujudkan Sekolah Ramah Anak
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah, SMP Negeri 2 Bodeh menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan pendidikan yang mengedepankan perlindungan terhadap peserta didik.
Sekolah berharap seluruh siswa baru mampu beradaptasi dengan baik, menjalin hubungan yang harmonis dengan teman dan guru, serta menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi.
Dengan kolaborasi antara sekolah, pemerintah, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat, pelaksanaan MPLS Ramah 2026 di SMP Negeri 2 Bodeh diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.( Joko Longkeyang).















