PEMALANG, Emsatunews.co.id — Industri sandang di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, resmi memasuki babak baru. Berlokasi di Rumah Makan Prima Keboen Bamboe, Kecamatan Comal, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor tekstil dan pakaian jadi berkumpul untuk mengukuhkan wadah baru bernama Paguyuban Pengusaha Konveksi Pemalang (Pakopen), Minggu (26/7/2026).
Langkah strategis ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang. Kehadiran organisasi ini dinilai menjadi titik balik penting dalam mengkonsolidasikan potensi industri kreatif daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Fata Yasin Kemudikan Arah Baru Fashion Pemalang
Sebagai sosok yang dipercaya memimpin Pakopen, Fata Yasin menegaskan komitmennya untuk membawa ekosistem konveksi lokal menuju era modernisasi. Di bawah kepemimpinannya, arah kemajuan dunia fashion Pemalang tidak lagi hanya berfokus pada produksi skala kecil berbasis pesanan konvensional, melainkan berorientasi pada penguatan merek (branding), efisiensi rantai pasok (supply chain), serta adopsi teknologi.
Fata Yasin optimistis bahwa potensi penjahit dan perajin di Pemalang memiliki kualitas jahitan yang tidak kalah dibanding produk pabrikan besar maupun daerah industri lainnya.
”Kunci kemajuan kita ke depan adalah kolaborasi dan inovasi. Melalui Pakopen, kita ingin menghapus persaingan yang tidak sehat dan menggantinya dengan semangat saling menguatkan. Kita persiapkan para anggota agar siap menguasai pasar digital dan merespons tren fashion yang bergerak sangat cepat,” ujar Fata Yasin di sela-sela kegiatan.
Apresiasi Wakil Bupati Pemalang untuk Para Pejuang Ekonomi
Peresmian yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Nurkholes Wakil Bupati Pemalang, jajaran Forkopimcam Comal, pengurus organisasi, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pemalang memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan para pengusaha konveksi yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Menurutnya, di balik produk pakaian yang dipasarkan, ada perjuangan luar biasa dari para pelaku usaha dalam menjaga kelangsungan bisnis dan kesejahteraan para pekerja.
”Di ruangan ini, saya tidak hanya melihat kumpulan pengusaha, tetapi para pejuang ekonomi harian. Ada yang memikirkan pesanan, bahan baku, hingga gaji karyawan setiap akhir bulan. Perjuangan itu tidak mudah. Oleh karena itu, lahirnya paguyuban ini adalah langkah sangat tepat karena usaha akan jauh lebih kuat jika dibangun bersama-sama,” ungkap Wakil Bupati.
Beliau menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang siap menjadikan Pakopen sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. Pemkab berharap Pakopen tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan aktif menggelar pelatihan keterampilan, membuka jejaring pasar, hingga mempermudah akses permodalan bagi para anggotanya.
Menjawab Tantangan Era Digital
Perubahan pola konsumsi masyarakat yang beralih ke platform e-commerce dan media sosial menjadi tantangan utama yang direspons oleh pembentukan Pakopen. Melalui wadah ini, para pengusaha konveksi di Pemalang akan mendapatkan pendampingan khusus mengenai pemasaran digital (digital marketing), standar kontrol kualitas (quality control), hingga penetrasi pasar daring.
Acara puncaknya ditandai dengan peresmian secara simbolis oleh Wakil Bupati Pemalang, dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif antara pengurus Pakopen, pelaku usaha, dan jajaran pemerintah daerah untuk merumuskan langkah konkret pengembangan industri fashion Pemalang ke depan.















