Berita UtamaEkonomi dan Bisnis

Pesan Prabowo ke Menkeu Suahasil: APBN Harus Sehat, Kredibel, dan Bisa Stabilkan Ekonomi RI

Fahroji
215
×

Pesan Prabowo ke Menkeu Suahasil: APBN Harus Sehat, Kredibel, dan Bisa Stabilkan Ekonomi RI

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Suahasil Nazara.(Foto: ist)

EMSATUNEWS.CO.ID  JAKARTA — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sehat dan kredibel akan menjadi prioritasnya setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, prioritas tersebut sejalan dengan arahan yang diberikan Prabowo kepadanya.

Suahasil menjelaskan bahwa Prabowo memintanya untuk terus menjaga pengelolaan dan kredibilitas APBN mengingat keuangan negara adalah instrumen penting dalam menjalankan program-program prioritas pemerintah.

Baca Juga :  70 Anggota Paskibra HUT Kemerdekaan RI Ke 80 Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Kendal Dikukuhkan

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya, menjaga kesehatan menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil usai Pelantikan di Istana Negara, Senin (14/9).

Baca Juga :  Pertimbangkan Daya Beli Buruh, Prabowo Umumkan Kenaikan Upah Minimum 6,5%

Untuk memperkuat pengelolaan tersebut, Suahasil mengatakan akan melanjutkan pengelolaan keuangan negara yang selama ini dijalankan Kementerian Keuangan, dengan menjadikan APBN sebagai motor pertumbuhan sekaligus stabilisator ekonomi domestik.

Selain itu, ia berkomitmen untuk mengomunikasikan APBN kepada masyarakat secara transparan guna meningkatkan kepercayaan publik.

Baca Juga :  Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Modernisasi Besar-besaran Alutsista TNI untuk Kedaulatan dan Kemanusiaan

Suahasil juga menegaskan komitmennya menjaga defisit APBN tetap berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Berdasarkan data Kementerian Keuangan per akhir Juni 2026, realisasi defisit APBN mencapai Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di New Delhi, Siap Perkuat Peran Indonesia di KTT ke-18 BRICS

“Dan saya juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan melalui APBN mendukung program prioritas pemerintah,” tutur dia.

Lebih lanjut, Suahasil menambahkan bahwa efisiensi belanja juga menjadi salah satu aspek yang terus diperhatikan pemerintah.

Baca Juga :  Rizal Bawazier Mengundang Seluruh Kades/ Lurah dan Camat se Pemalang Pada Launching Rumah Pengolahan Sampah 31 Januari 2025 di Kelurahan Purwoharjo, Comal.

Menurutnya, efisiensi bukan semata-mata berarti mengurangi belanja negara. Lebih dari itu, efisiensi diarahkan untuk memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan menghasilkan keluaran (output) yang optimal dan sesuai dengan perencanaan.

“Tentu kita selalu mencari belanja yang lebih efisien, tetapi menghasilkan output yang sesuai dengan apa yang sudah direncanakan,” ucapnya.