Berita UtamaBrebes

Pembangunan Jogging Track RTH Bumiayu Dimulai, Warga Harap Jadi Ruang Publik Nyaman dan Representatif

Eryanto
5
×

Pembangunan Jogging Track RTH Bumiayu Dimulai, Warga Harap Jadi Ruang Publik Nyaman dan Representatif

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS CO.ID, BREBES – Pembangunan jogging track di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bumiayu, Kabupaten Brebes, resmi dimulai. Proyek yang digarap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes ini diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang nyaman, tertata, dan menjadi pusat aktivitas olahraga serta rekreasi masyarakat.

Kegiatan dengan nama *Belanja Modal Taman (Pembuatan Jogging Track RTH Bumiayu tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp375.050.000. Pekerjaan dimulai pada 7 Oktober 2026 dan dijadwalkan selesai pada 6 Desember 2026, dengan pelaksana CV Karyasindo Prakarsa.

Apresiasi Warga dan Harapan Kualitas

Tokoh masyarakat Bumiayu, Imam Santoso, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan tersebut. Ia berharap pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai perencanaan dengan mengedepankan kualitas.

“RTH ini adalah fasilitas publik yang sudah lama dinantikan masyarakat. Kami berterima kasih pembangunannya sudah dimulai, harapannya dikerjakan dengan baik dan sesuai spesifikasi,” ujar Imam kepada awak media, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga :  GBF 2026 Makin Semarak, Kusmin Band Dan Owner Albamas Hibur Warga Bumiayu

Soroti Penerangan, Kebersihan, dan Penataan PKL

Menurut Imam, pembangunan jogging track tidak cukup hanya pada aspek fisik semata. Kawasan RTH harus didukung fasilitas penunjang agar benar-benar nyaman dimanfaatkan warga. Salah satu yang paling mendesak adalah lampu penerangan yang sebelumnya juga telah diusulkan masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan kebersihan. Masih terlihatnya tumpukan sampah di beberapa titik membuat kawasan RTH terkesan kumuh dan kurang terawat.

“Kebersihan dan penataannya harus benar-benar diperhatikan agar kawasan ini terlihat bersih, rapi, dan nyaman,” tegasnya.

Imam juga mengingatkan pentingnya penataan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan RTH. Ia menilai, relokasi pedagang dari area pasar harus dibarengi dengan pengaturan lokasi berjualan yang tepat, agar tidak mengganggu fungsi, keindahan, dan kenyamanan RTH.

Ia berharap keberadaan pedagang tetap bisa berjalan beriringan dengan fungsi RTH, dengan tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.

Baca Juga :  Lapangan Asri Bumiayu Bergema, Di Malam Minggu Hiburan dan Ekonomi Rakyat Menyatu di GBF

Menuju RTH yang Ideal

Dengan dimulainya pembangunan jogging track ini, masyarakat menaruh harapan besar agar RTH Bumiayu tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga tumbuh menjadi ruang terbuka yang representatif, bersih, terang, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pengawasan mutu pekerjaan, kelengkapan fasilitas penerangan, serta pengelolaan kebersihan dan aktivitas pedagang menjadi kunci agar pembangunan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Bumiayu.

Sebelumnya, tutur Imam dengan tegas mengatakan bahwa, pemindahan Pasar Kalierang ke Pasar Seng Bumiayu sekarang, tujuannya yaitu jelas mensterilkan RTH agar betul-betul menjadi ruang terbuka hijau bagi publik tanpa munculnya kembali para pedagang yang justru memunculkan permasalahan baru berupa menumpuknya sampah dan menambah kumuhnya ruang terbuka hijau tersebut.***