Berita Utama

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Modernisasi Besar-besaran Alutsista TNI untuk Kedaulatan dan Kemanusiaan

Fahroji
4
×

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Modernisasi Besar-besaran Alutsista TNI untuk Kedaulatan dan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Alusista TNI. (Foto: BPMI)

EMSATUNEWS.CO.ID, JAKARTA — Memasuki tahun kedua pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI di tiga matra.

Langkah strategis ini tidak hanya ditujukan untuk mempertebal lapisan pertahanan negara, tetapi juga memaksimalkan kesiapan militer dalam merespons misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di wilayah Nusantara yang membentang luas.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan postur militer merupakan kebutuhan mutlak bagi Indonesia yang berwujud negara kepulauan dengan ribuan pulau.

“TNI adalah alat negara yang sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, menghadapi kesulitan, menghadapi masalah-masalah kepentingan masyarakat. Jadi saya kira ini akan menambah kemampuan kita.

Wilayah kita sangat besar, sebesar Eropa, kemudian sekian belas ribu pulau. Udara bagi kita sangat-sangat menentukan,” ujar Prabowo di Jakarta, Selasa (20/10).

Baca Juga :  Prabowo ke Puan di HUT Golkar: Saya Nyaman Ada Mbak Puan di Sini

Lebih lanjut, ia menekankan transformasi TNI agar lebih efektif dalam menjalankan peran gandanya. “Dan yang sangat penting, semua TNI sekarang kita bangun untuk menjadi lebih efektif, tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga mengamankan dan mendukung pembangunan nasional,” tegasnya.

Peningkatan Kapasitas Tempur Udara dan Laut

Di matra udara, kekuatan TNI AU mendapat suntikan tenaga signifikan dengan kedatangan enam unit jet tempur Dassault Rafale—dari total pesanan 42 unit—yang kini bermarkas di Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Baca Juga :  Momen Prabowo Berterima Kasih ke Jokowi saat Resmikan Terowongan Istiqlal-Katerdral

Pesawat yang mampu melesat hingga Mach 1,8 ini didukung oleh mobilitas udara jarak jauh melalui kehadiran empat unit jet Dassault Falcon 8X.

Untuk kebutuhan angkut taktis dan misi kemanusiaan, TNI AU telah mengoperasikan dua pesawat Airbus A400M Atlas yang terbukti andal dalam menyalurkan logistik ke daerah terdampak gempa di Sumatra dan Aceh. Selain itu, armada udara turut diperkuat delapan helikopter H225M Caracal dan dua helikopter H225T VVIP.

Di laut, TNI AL mencetak sejarah baru dengan menerima hibah kapal induk eks Angkatan Laut Italia yang diberi nama KRI Sriwijaya-100 pada akhir September 2026. Kapal sepanjang 180,2 meter ini memiliki dek yang mampu menampung helikopter serta pesawat nirawak.