Armada laut juga semakin tangguh dengan bergabungnya dua kapal fregat buatan Fincantieri Italia, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 yang disiagakan di Koarmada II Surabaya, serta Kapal Cepat Rudal (KCR) produksi dalam negeri, KRI Belati.
Dukungan Operasional Darat dan Amfibi
Modernisasi juga menyentuh matra darat dan amfibi. Korps Marinir TNI AL baru saja menerima 12 unit kendaraan tempur amfibi AAV-M35 buatan Amerika Serikat. Kendaraan berlapis baja dengan mesin 525 horsepower ini sanggup mengangkut 24 personel dan dilengkapi senapan mesin kaliber 12,7 mm serta pelontar granat otomatis 40 mm.
Sementara itu, TNI AD kini mengoperasikan dua helikopter serang Mi-35M buatan Rusia. Berpangkalan di Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Semarang, helikopter ini diproyeksikan untuk mendukung distribusi logistik di wilayah Papua yang dikenal memiliki medan geografis ekstrem.
Melalui program “Dua Tahun Gerak Nyata” ini, pemerintah berharap kekuatan pertahanan Indonesia yang modern dapat memberikan rasa aman yang nyata bagi rakyat sekaligus mendorong percepatan pembangunan nasional.*













