EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Lembaga Analisis Data dan Kajian Kebijakan Publik (LANDEP) memberikan dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memblokir peredaran bawang bombay berukuran di bawah 5 cm. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi pendapatan petani bawang merah lokal yang akan segera memasuki masa panen raya.
Ketua Bidang Kajian LANDEP, Mochammad Subkhan, menjelaskan bahwa masuknya bawang bombay ukuran kecil tersebut berpotensi membuat harga bawang merah Brebes jatuh.
Selain harganya yang jauh lebih murah sehingga tidak bersaing, kualitas rasa bawang bombay tersebut dinilai jauh di bawah bawang merah khas Brebes yang sudah terkenal gurih dan manis.
“Kita khawatir, jika barang ini dibiarkan beredar bebas menjelang panen raya, bukan hanya harga di Brebes yang anjlok, tapi bisa berdampak pada stabilitas harga bawang merah secara nasional,” ujar Subkhan dalam keterangannya, Selasa (5/5).
Untuk mencegah hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes telah melakukan langkah preventif. Salah satunya adalah penyebaran informasi dan sosialisasi melalui video edukasi berdurasi 52 detik yang berisi himbauan tegas serta aturan larangan peredaran bawang bombay dengan ukuran di bawah standar tersebut di wilayah Brebes.
Subkhan berharap sosialisasi ini segera diikuti dengan pengawasan yang ketat di lapangan, agar petani bisa menjual hasil panennya dengan harga yang lebih layak.***















