Emsatunews.co.id, Pemalang – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Pemalang. Institut Agama Islam (INSIP) Pemalang secara resmi kini mengantongi izin untuk menyelenggarakan Program Studi (Prodi) Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI).
Izin operasional tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) RI Nomor 237 Tahun 2026. Kehadiran program pascasarjana ini menjadi langkah besar bagi INSIP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan Islam di Jawa Tengah.
Menjawab Tantangan Zaman
Rektor Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Dr. Hj. Amiroh, M.Ag. menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini. Melalui sambungan WhatsApp pada Selasa (28/4/2026), beliau menegaskan bahwa pembukaan jenjang S2 ini merupakan respons kampus terhadap dinamika zaman yang membutuhkan tenaga pendidik dengan keilmuan yang lebih mendalam dan integratif.”Alhamdulillah, ini adalah amanah besar. Program Magister PAI hadir untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis dan riset yang komprehensif, sehingga pendidikan Islam yang diberikan dapat lebih aplikatif di tengah masyarakat,” ujar Dr. Hj. Amiroh.
Fokus pada Kontribusi Nyata
Program Pascasarjana INSIP Pemalang ini tidak hanya mengedepankan aspek teoritis, tetapi juga penguatan kontribusi bagi umat. Mahasiswa diharapkan mampu melangkah lebih jauh dalam dunia akademik sekaligus menjadi motor penggerak pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan modern.”Saatnya para pendidik dan praktisi agama melangkah lebih jauh. Kami ingin menguatkan keilmuan mereka agar kontribusi yang diberikan kepada masyarakat bisa lebih luas dan berkualitas,” imbuh sang Rektor.
Pilihan Utama Kuliah Pascasarjana
Dengan terbitnya izin resmi ini, masyarakat Pemalang dan sekitarnya kini memiliki akses pendidikan tinggi jenjang S2 yang lebih dekat dan berkualitas. INSIP Pemalang berkomitmen untuk terus menjaga standar mutu akademik demi melahirkan generasi unggul yang mampu menjawab tantangan global.
Hadirnya Prodi S2 PAI ini diharapkan mampu menjadi magnet bagi para akademisi untuk mengembangkan karier dan intelektualitas mereka tanpa harus keluar daerah.( Joko Longkeyang).















