Emsatunews.co.id, Pemalang – Langkah nyata untuk membangkitkan gairah ekonomi kemasyarakatan terus digelorakan dari wilayah pesisir Jawa Tengah. Menatap situasi ekonomi nasional yang dinilai penuh tantangan, sebuah gerakan terobosan bertajuk Berani Raih Opportunity (BRO) Fest 2026 siap diluncurkan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah sebagai proyek percontohan nasional dalam menggerakkan ekosistem sektor riil.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Direktur BRO Fest 2026, Teuku Mulizar Akbar, saat menggelar bincang eksklusif bersama awak media di Kafe Nglesmen, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Sabtu (13/6/2026).
Teuku Mulizar Akbar memaparkan bahwa nama “BRO” bukan sekadar kata sapaan akrab, melainkan sebuah akronim sekaligus komitmen pemikiran untuk berani mengambil peluang di tengah kelesuan pasar dunia usaha saat ini.”Masyarakat dan pelaku usaha hari ini dihadapkan pada situasi yang cukup berat. Mulai dari dinamika nilai tukar mata uang hingga berbagai regulasi perpajakan yang kerap memicu kekhawatiran. Kami melihat, kunci utama pertahanan ekonomi nasional itu ada di sektor riil, di mana ada perputaran uang yang nyata antara penjual, pembeli, dan produk yang jelas,” ujar Teuku Mulizar Akbar.
Dorong Kualitas Produk dan Hak Paten Lokal
Sebagai langkah konkret, BRO Fest 2026 hadir untuk menjembatani pertemuan produsen lokal dan konsumen secara masif. Festival ini mengintegrasikan kegiatan pameran dagang (ekspo) dengan standar pengelolaan yang tinggi.
Pihak manajemen menekankan pentingnya kurasi produk untuk menaikkan nilai tawar komoditas lokal Pemalang, baik di sektor makanan dan minuman (Food and Beverage) maupun industri kreatif seperti konveksi dan kerajinan batik. Panitia juga menyoroti pentingnya kepemilikan hak paten merek (brand) bagi para pengusaha daerah agar produk mereka tidak tenggelam di pasar digital.”Para pelaku UMKM makanan harus mulai berbenah. Tampilan harus menarik, rasa wajib enak, dan penggunaan kemasan pun diarahkan ke standar food grade. Begitu pula dengan industri pakaian atau clothing, kita harus bangga dengan merek lokal sendiri. Pengusaha Pemalang punya potensi besar, namun selama ini masih kekurangan pemahaman terkait pengembangan knowledge dan identitas merek,” lanjutnya.
Demi memberikan panggung terbaik bagi potensi daerah, panitia akan membangun panggung utama megah berukuran 15×10 meter yang dilengkapi sistem tata suara profesional dan layar LED standar konser nasional untuk menguji kelayakan promosi produk unggulan secara interaktif.
Hadirkan Edukasi Bisnis dan Sosialisasi Kebijakan
Berbeda dengan pasar malam atau pameran konvensional, BRO Fest 2026 juga dirancang sebagai wadah edukasi. Panitia menjadwalkan rangkaian gelar wicara (talkshow) interaktif guna meluruskan kesalahpahaman informasi bisnis yang beredar di media sosial, termasuk pembahasan mengenai tata cara pengelolaan laba bersih usaha dan mitigasi beban periklanan digital.
Untuk itu, sejumlah tokoh nasional, praktisi ekonomi, hingga figur publik dijadwalkan hadir sebagai narasumber guna memotivasi para pengusaha muda di Pemalang. Panitia juga telah melayangkan koordinasi resmi kepada jajaran kementerian terkait melalui koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang.”Kami ingin memberikan literasi agar pelaku usaha tidak merasa takut untuk berkembang. Ada metode yang tepat dalam mengelola efisiensi biaya hingga aspek perpajakan secara legal. Jika anak muda dan pelaku UMKM bergerak bersama secara terstruktur, target menuju Indonesia Emas 2045 akan optimis tercapai,” tegas Teuku Mulizar Akbar.
BRO Fest 2026 di Kabupaten Pemalang ini diproyeksikan menjadi pemantik awal bagi kebangkitan pengusaha muda lokal sebelum konsep festival serupa direplikasi di berbagai wilayah strategis lainnya di tanah air. ( Joko Longkeyang).















