Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Indonesia Peringkat 2 Dunia Kasus TB, Bupati Pemalang Dampingi Kapolres Pemalang Resmi Terjunkan Bhabinkamtibmas Tracer TB Masuk Desa

Joko Longkeyang
30
×

Indonesia Peringkat 2 Dunia Kasus TB, Bupati Pemalang Dampingi Kapolres Pemalang Resmi Terjunkan Bhabinkamtibmas Tracer TB Masuk Desa

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, emsatunews.co.id – Sebagai wujud nyata percepatan penanggulangan penyakit menular, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pemalang resmi menerjunkan personel Bhabinkamtibmas ke tingkat desa. Para abdi bhayangkara ini mengemban misi kemanusiaan baru sebagai tracer atau pelacak penderita Tuberkulosis (TB) Paru.

​Gerakan taktis bertajuk “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” tersebut resmi dimulai pasca-peluncuran oleh Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana di Pendopo Kabupaten Pemalang pada Senin (8/6/2026).

Advertisement

​Prosesi peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Kapolres, didampingi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Ketua TP PKK dr. Noor Faizah Maenofie, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati.

​Kolaborasi Lintas Sektoral Hadapi Ancaman Droplet

​Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menegaskan, program ini merupakan komitmen kuat kepolisian dalam mendukung target eliminasi TB nasional. Mengingat penularan bakteri ini terjadi dengan cepat melalui percikan ludah (droplet), penanganan di lapangan tidak bisa lagi dilakukan dengan cara biasa.

Baca Juga :  PTPN IV Regional 4 Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa UNJA dan UIN

​”Kasus TB di Indonesia masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius. Melalui program ini, kami memperkuat pelacakan kontak (tracing), edukasi, hingga pelatihan petugas di lapangan. Kami berkomitmen terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, hingga elemen terbawah masyarakat,” ujar AKBP Rendy Setia Permana.

​Ia juga mengimbau agar warga tidak ragu atau takut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan atau menemui gejala klinis yang mengarah pada indikasi TB Paru.

​Pekerjaan Rumah Besar di Pemalang

​Urgensi program pelacakan ini dipertegas oleh data mencengangkan yang dipaparkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Saat ini, Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia untuk jumlah kasus TB.

​Khusus di Kabupaten Pemalang, data Kementerian Kesehatan RI per 28 April mengestimasi ada sekitar 4.620 kasus TB Paru. Sialnya, baru sekitar 1.400 kasus yang berhasil ditemukan, dengan rincian 1.237 penderita yang sudah masuk tahap pengobatan.

​”Artinya masih ada pekerjaan rumah (PR) besar yang harus kita tuntaskan bersama. TB Paru ini tidak bisa dikenali secara kasat mata. Oleh sebab itu, kehadiran jajaran kepolisian dalam melakukan tracing di lapangan akan menjadi kekuatan baru yang sangat besar,” ungkap Bupati Anom optimis.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Tinjau Langsung Proyek PT Golden VM, Sambut Investasi Ribuan Lapangan Kerja Baru

​Pemerintah daerah sendiri, lanjut Anom, telah menggalakkan program Cek Kesehatan Gratis. Namun, ia meminta agar Dinas Kesehatan tidak kendor untuk terus mengevaluasi dan melaporkan dinamika perkembangan pelacakan di lapangan demi mewujudkan target eliminasi menyeluruh.

​Memutus Rantai Penularan di Akar Rumput

​Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang selaku Ketua Penyelenggara, Wiji Mulyati, menyebutkan bahwa pelibatan aktif aparat kewilayahan seperti Bhabinkamtibmas merupakan langkah strategis yang sangat dinantikan untuk memutus rantai penularan langsung di klaster terkecil masyarakat.

​”Penanggulangan TB tidak bisa dijalankan secara parsial atau sendiri-sendiri. Sinergi ini adalah kunci penting guna memperkuat deteksi dini, meningkatkan pemahaman warga, serta menyosialisasikan pembagian perangkat skrining kesehatan menuju target eliminasi total tahun 2030,” pungkas Wiji.**( Joko Longkeyang).