Scroll ke Atas
Berita UtamaBrebesDaerahNasionalPemalang

Gunung Slamet Menggeliat, Bupati Pemalang Siapkan Skenario Evakuasi Malam Hari

Joko Longkeyang
6
×

Gunung Slamet Menggeliat, Bupati Pemalang Siapkan Skenario Evakuasi Malam Hari

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, bergerak cepat merespons peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet. Dalam audiensi kesiapsiagaan yang digelar di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet, Desa Gambuhan, Rabu (29/4/2026), Anom menegaskan pentingnya simulasi penyelamatan yang matang bagi masyarakat.

​Langkah antisipatif ini diambil mengingat pola aktivitas Gunung Slamet yang mulai menunjukkan perubahan signifikan. Berdasarkan data historis, siklus lima tahunan gunung ini terpantau tidak berjalan rutin seperti periode 2014 hingga 2026, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan.

Advertisement

 

​Simulasi Tanpa Celah

​Dalam arahannya, Bupati Anom menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang untuk segera menyusun skenario evakuasi yang detail. Ia menekankan bahwa simulasi tidak boleh hanya dilakukan pada siang hari, melainkan juga harus mencakup kondisi darurat di malam hari.”Masyarakat harus punya panduan yang jelas. Kita harus simulasikan jalur mana yang aman dilalui, baik siang maupun malam. Jika tidak dipandu, orang cenderung bergerak impulsif saat panik,” tegas Anom di hadapan para pejabat OPD dan Kepala Desa se-Kecamatan Pulosari.

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III Salurkan Rp2,4 Miliar untuk Perkuat Ekonomi dan Pendidikan di Rokan Hulu

​Radius Aman Diperluas

​Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, Agus Ikmaludin, membenarkan adanya tren peningkatan aktivitas gunung tersebut. Merujuk pada ketetapan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per 14 April 2026, radius aman kini diperluas.”Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah, meningkat dari sebelumnya yang hanya 2 kilometer,” lapor Agus.

​Meski Gunung Slamet tidak menunjukkan aktivitas besar selama 12 tahun terakhir, BPBD tetap melakukan sosialisasi intensif dan pemetaan jalur evakuasi alternatif. Menurut Agus Ikmal, mitigasi adalah harga mati untuk meminimalisasi risiko meski semua pihak berharap bencana tidak terjadi.

Baca Juga :  Sukseskan Ketahanan Pangan, Babinsa Guli Bantu Tebar Pupuk Petani

​Status Waspada dan Infrastruktur Jalur

​Koordinator Pos PGA Slamet Desa Gambuhan, Muhammad Rusdi, mengonfirmasi bahwa saat ini Gunung Slamet masih berstatus Level II (Waspada). Pos ini secara ketat memantau aktivitas vulkanik yang berdampak pada lima wilayah, yakni Pemalang, Brebes, Tegal, Banyumas, dan Purbalingga

​Dari sisi infrastruktur, Kepala DPUPR Kabupaten Pemalang Joko Tri Asmoro Melalui Kepala UPJI Wilayah III DPUPR Kabupaten Pemalang, Yudhi Kuswoyo, menjamin kesiapan akses jalan. Ia memastikan seluruh jalur kabupaten maupun jalan desa diproyeksikan siap menampung arus kendaraan pada 30 menit pertama masa darurat.**( Joko Longkeyang).