SEMARANG, emsatunews.co.id – Daya tarik Jawa Tengah di mata dunia internasional sebagai surga investasi tampaknya kian tidak terbendung. Setelah gelombang modal dari Tiongkok, Singapura, Jepang, hingga Belanda masuk, kini giliran investor kakap asal Malaysia yang resmi membidik sejumlah sektor strategis di wilayah berlambang Candi Borobudur ini.
Keseriusan tersebut ditandai dengan kedatangan delegasi papan atas The Marq International SDN BHD dari Kuala Lumpur, Malaysia. Rombongan ini menemui Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur setempat pada Senin (8/6/2026), guna menjajaki kerja sama besar mulai dari sektor energi terbarukan, geothermal (panas bumi), agribisnis, hingga penguatan infrastruktur makro.
Pertemuan strategis ini menjadi pintu pembuka sebelum pihak investor menerjunkan tim teknis untuk melakukan uji kelayakan serta kajian lapangan selama dua hari penuh di berbagai titik potensial di Jawa Tengah.”Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas ketertarikan para investor asing ini. Mereka secara khusus melirik kawasan-kawasan industri yang telah kami tetapkan, proyek ketahanan pangan, hingga pemanfaatan energi bersih berbasis panas bumi,” ungkap Ahmad Luthfi usai pertemuan.
Gubernur Luthfi optimistis, daya saing Jawa Tengah yang didukung oleh kemudahan birokrasi perizinan, stabilitas keamanan wilayah, kesiapan lahan industri, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompeten menjadi modal utama yang membuat para pemodal asing terpikat.
BUMD Jateng Unjuk Gigi Paparkan Proyek Strategis
Guna memuluskan negosiasi, Ahmad Luthfi turut menghadirkan jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) unggulan, seperti Bank Jateng, PT PRPP, PT Jateng Petro Energi (JPEN), dan PT Jateng Agro Berdikari (JTAB). Para pimpinan korporasi daerah ini memaparkan portofolio proyek prospektif yang siap dikerjasamakan.
Di sektor ketahanan energi, PT JPEN menawarkan pengembangan teknologi compressed natural gas (CNG) sebagai substitusi bahan bakar gas yang lebih efisien. Sementara di sektor hilirisasi pangan, PT JTAB menyodorkan konsep modernisasi agribisnis terpadu dan agrowisata. Sektor properti dan pariwisata pun tidak ketinggalan melalui cetak biru revitalisasi kawasan PRPP Semarang agar tampil lebih modern.
Selain itu, lini infrastruktur logistik penunjang industri ikut dipasarkan. Pemprov Jateng menawarkan pengembangan kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta integrasi dry port (pelabuhan daratan) di Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal sebagai penyokong utama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).”Infrastruktur logistik seperti dry port di Batang dan Kendal sudah sangat siap. Sektor pariwisata pun terus kita genjot, di mana Jateng saat ini memiliki lebih dari seribu desa wisata yang ramah bagi wisatawan muslim,” tambah Luthfi meyakinkan.
Respons Positif Investor Global
Langkah responsif dari Pemprov Jateng mendapat apresiasi tinggi dari CEO The Marq International SDN BHD, Steven Wei. Dirinya menganggap kepemimpinan yang suportif terhadap dunia usaha menjadi alasan kuat mengapa Jawa Tengah dipilih sebagai tujuan investasi utama.”Komitmen penuh dari Pak Gubernur membuat kami sangat optimistis. Melalui jaringan global yang kami miliki, kerja sama ini tidak hanya menghubungkan Malaysia, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan mitra kami di China dan Korea. Ini adalah momentum emas untuk berinvestasi di Jawa Tengah,” papar Steven Wei.
Sebagai kelanjutan dari pertemuan ini, tim teknis dari Jakarta Konsultan Grup dipastikan langsung bergerak ke lapangan. Direktur Jakarta Konsultan Grup, Mela Kartika, mengonfirmasi bahwa selama dua hari ke depan, pihaknya akan mengawal delegasi Kuala Lumpur untuk memvalidasi seluruh potensi data di sektor pertanian, industri, dan energi demi merealisasikan komitmen investasi tersebut.**( Joko Longkeyang).















