BREBES, Emsatunews.co.id — Langkah besar menuju kemandirian pangan nasional resmi dimulai dari Jawa Tengah. Sebuah megaproyek peternakan sapi perah terintegrasi dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp1,2 triliun mulai dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.
Tidak tanggung-tanggung, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat peternakan sapi perah terpadu terbesar di Indonesia, bahkan diklaim sebagai yang terbesar di kawasan Asia Tenggara (Asean).
Seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek raksasa yang diinisiasi oleh PT Global Dairi Bersama ini dilakukan pada Senin (20/7/2026). Momentum bersejarah ini dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta CEO Saviora Group Ihsan Mulia Putri.
Populasi 30 Ribu Ekor, Target 180 Ribu Ton Susu Per Tahun
Berdiri di atas lahan seluas 710 hektare, kompleks industri ini didesain dengan konsep hulu ke hilir yang modern. Selain menjadi rumah bagi 30.000 ekor sapi perah berkualitas tinggi, kawasan tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pengolahan susu mutakhir, pabrik pakan ternak mandiri, hingga instalasi pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk organik.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kehadiran investasi padat modal ini akan mengubah peta produksi susu nasional secara signifikan. Saat ini, Jawa Tengah memiliki populasi sekitar 77.566 ekor sapi perah yang menghasilkan 78.465 ton susu per tahun. Angka tersebut masih di bawah total kebutuhan masyarakat Jateng yang mencapai 94.730 ton per tahun.”Selama ini kita masih kekurangan sekitar 22.000 ton susu per tahun, sehingga harus mendatangkan pasokan dari provinsi lain. Begitu investasi ini beroperasi penuh dan menghasilkan 180.000 ton susu segar per tahun, Jawa Tengah bukan lagi sekadar mandiri, melainkan akan surplus besar,” ujar Luthfi optimistis.
Ia juga menambahkan, terpilihnya Brebes sebagai lokasi proyek membuktikan bahwa iklim investasi di Jawa Tengah sangat kondusif, berkat kemudahan perizinan dan ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.
Memangkas Impor dan Memberdayakan Peternak Lokal
Sementara itu, CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Brebes didasarkan pada potensi agraris yang kuat dan komitmen penuh dari pemerintah daerah. Pihaknya berkomitmen agar megaproyek ini tidak hanya membawa keuntungan korporasi, tetapi juga menyejahterakan masyarakat sekitar melalui skema kemitraan inklusif.”Kami telah menyiapkan tiga skema kemitraan dengan warga lokal: pengembangan sapi pedaging, pengelolaan sapi perah oleh peternak rakyat, serta pelibatan masyarakat dalam penyediaan hijauan pakan ternak. Kami ingin membangun ekosistem industri susu yang mandiri dan kompetitif di pedesaan,” kata Ihsan.
Dampak dari masifnya produksi ini diprediksi akan langsung melesatkan posisi Jawa Tengah menjadi produsen susu terbesar kedua di Indonesia.
Dukungan Penuh Target Swasembada Presiden Prabowo
Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa proyek di Brebes ini merupakan bagian dari strategi akselerasi nasional untuk memotong ketergantungan impor susu.
Data Kementerian Pertanian memproyeksikan kebutuhan susu nasional pada tahun 2026 menyentuh angka 8,32 juta ton. Namun, produksi dalam negeri saat ini baru mampu menyuplai sekitar 2,9 juta ton atau berkisar 35 persen dari total kebutuhan.”Saat ini angka impor susu kita masih berada di kisaran 82 persen. Arahan Presiden Prabowo Subianto sangat tegas dan jelas: selama peternak dalam negeri mampu memproduksi, kebutuhan itu wajib dipenuhi dari tanah air sendiri,” kata Amran.
Kementerian Pertanian menargetkan Jawa Tengah mampu menyumbang sedikitnya 20 persen dari total kebutuhan susu nasional dalam beberapa tahun ke depan melalui sinergi kuat antara pemerintah, swasta, dan koperasi peternak.”Kita harus bergerak bersama. Kolaborasi ini adalah kunci utama agar target swasembada pangan, khususnya susu nasional, dapat segera terwujud dalam waktu dekat,” pungkasnya.*( Joko Longkeyang).















