Ekbis

Prof. Didik J. Rachbini: Perkuat Perdagangan, Jangan Meninggalkan Jepang

Fahroji
345
×

Prof. Didik J. Rachbini: Perkuat Perdagangan, Jangan Meninggalkan Jepang

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Jakarta — Rektor Universitas Paramadina sekaligus Ekonom INDEF Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D. menegaskan pentingnya penguatan hubungan perdagangan Indonesia dengan Jepang di tengah dinamika global yang semakin kompetitif.

Menurutnya, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperdalam kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

Dalam pandangannya, hubungan dagang Indonesia dengan Jepang memiliki karakter komplementer yang kuat, berbeda dengan hubungan dagang Indonesia dengan Cina yang cenderung bersifat substitutif dan kompetitif.

Baca Juga :  Prof. Didik J. Rachbini: Penurunan PMI Manufaktur Jadi Alarm Melemahnya Industri Nasional

“Perdagangan Indonesia dengan Jepang bersifat komplementer, saling melengkapi sehingga bersifat win-win di mana kedua negara mendapat manfaat yang optimal untuk mengembangkan cadangan devisanya masing-masing,” jelas Prof. Didik.

Ia menjelaskan bahwa struktur perdagangan tersebut memungkinkan kedua negara saling mengisi kebutuhan, di mana Indonesia mengekspor sumber daya alam dan Jepang memasok teknologi serta investasi industri.

Baca Juga :  Dr. Handi Risza: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Sepenuhnya Terasa di Masyarakat

Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa hubungan dagang dengan China memiliki tantangan serius bagi industri dalam negeri.

“Sifat hubungan dagang dengan China saling bersubstitusi kompetisi pada produk-produk yang sejenis,” ujarnya.

Hal tersebut, kata Didik, menyebabkan tekanan besar terhadap sektor manufaktur nasional.

Lebih lanjut, Prof. Didik mengungkapkan, bahwa deindustrialisasi dini (premature deindustrialization) juga terjadi karena industri dalam negeri diterpa persaingan dagang yang bersifat substitusi seperti ini.