Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahEkbisNasional

Topang Investasi Jateng, UMKM Sumbang Rp22 Triliun!

Joko Longkeyang
5
×

Topang Investasi Jateng, UMKM Sumbang Rp22 Triliun!

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali membuktikan tajinya sebagai pilar utama stabilitas ekonomi. Di Jawa Tengah, kelompok usaha ini tercatat memberikan kontribusi signifikan dengan menyumbang lebih dari 20 persen dari total nilai investasi sepanjang tahun 2025.

​Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa kekuatan sektor mikro ini menjadi mesin penggerak yang konsisten.​”Dari total realisasi investasi tahun 2025 yang mencapai angka Rp110 triliun, kontribusi spesifik dari sektor mikro dan kecil menyentuh angka sekitar Rp22 triliun,” ujar Sakina saat mendampingi Sekretaris Daerah Jateng meninjau gelaran UMKM Grande di Pollux Mall Paragon, Senin (11/5/2024).

Advertisement

​Ketangguhan di Tengah Badai

​Menurut Sakina, rekam jejak UMKM dalam menghadapi krisis sudah teruji, termasuk saat masa pandemi Covid-19. Ketika sektor-sektor besar sempat goyah, usaha mikro justru menunjukkan resiliensi yang luar biasa dan tetap stabil. Karakteristik ini dinilai merata di berbagai lini, mulai dari sektor pangan, ritel, hingga kerajinan tangan (handycraft).

Baca Juga :  Bupati Kendal: Ada Lima Program Prioritas Pembangunan Di Kabupaten Kendal 

​Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis bahwa tren positif ini akan terus menanjak pada tahun 2026, memperkuat posisi Jateng sebagai destinasi investasi yang inklusif.

​Inovasi Melalui UMKM Grande 2026

​Dalam kesempatan yang sama, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mewakili jajaran pimpinan daerah, turut berinteraksi langsung dengan para perajin. Ia bahkan sempat menjajal alat ukir kayu di salah satu gerai peserta pameran.

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah ini mengusung tajuk “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”. Gelaran ini bukan sekadar ajang pamer produk, melainkan sebuah gerakan yang mengintegrasikan empat pilar utama: ​GReen (Keberlanjutan lingkungan), ​KerakyatAN (Pemberdayaan masyarakat), Digital (Pemanfaatan teknologi),  Export (Ekspansi pasar internasional)

Baca Juga :  Abdul Hakam Naja Bacaleg PAN, Komitmen Perjuangkan Kemajuan Kabupaten Pemalang

Manfaat Nyata bagi Masyarakat

​Antusiasme tidak hanya datang dari pejabat, tetapi juga pengunjung. Asnawi Hasan (73), salah satu peserta lokakarya tanaman di acara tersebut, mengaku mendapatkan ilmu baru yang sangat aplikatif bagi para purnatugas.​”Acaranya luar biasa. Selain pameran, ada workshop yang penjelasannya sangat mendalam. Ini pengalaman berharga untuk mengisi waktu dengan kegiatan produktif,” ungkapnya.

​Perhelatan UMKM Grande 2026 yang berlangsung pada 7–11 Mei 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa pelaku usaha lokal kini dituntut untuk tidak hanya sekadar berjualan, tetapi juga melek teknologi dan siap bersaing di kancah global. **( Joko Longkeyang).