Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Krisis Air Meluas di Kecamatan Pulosari, BPBD Siagakan Truk Tangki untuk 67 Titik Terdampak

Joko Longkeyang
32
×

Krisis Air Meluas di Kecamatan Pulosari, BPBD Siagakan Truk Tangki untuk 67 Titik Terdampak

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id — Dampak musim kemarau mulai mencengkeram wilayah selatan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang bergerak cepat dengan memperketat pengawasan dan memperluas jangkauan penyaluran bantuan air bersih (dropping) pada Rabu (15/7/2026). Langkah ini diambil guna memastikan hak dasar masyarakat di daerah terdampak tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan yang diprediksi berlangsung lama.

Advertisement

​Aksi tanggap darurat ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin. Guna memastikan akurasi dan pemerataan distribusi, ia turun ke lapangan didampingi oleh Camat Belik, Slamet Edy Riyanto, serta Camat Pulosari, Arif Senoaji.

​Tim gabungan menyisir lokasi rawan krisis air, secara simbolis memantau pergerakan armada tangki di Dusun Krajan (Kecamatan Belik) serta Desa Batursari (Kecamatan Pulosari). Monitoring berkala ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang dalam mengawal distribusi logistik air bersih agar tepat sasaran dan bebas dari penumpukan di satu titik.”Hari ini kami melakukan monitoring dan evaluasi dropping air di Kecamatan Belik dan Kecamatan Pulosari. Alhamdulillah distribusi berjalan dengan baik,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin di lokasi peninjauan.

Baca Juga :  Dewan Pengawas Rumah Sakit Brebes Dianggap Tak Efektif, YABPEKNAS Minta Perombakan Total

​Agus menegaskan, intervensi ini difokuskan penuh pada kebutuhan domestik masyarakat yang paling krusial. “Mudah-mudahan kebutuhan dasar masyarakat, seperti untuk minum, memasak, mandi, dan keperluan sehari-hari dapat terpenuhi,” tambahnya.

​Kondisi Pulosari: 67 Titik Mulai Mengering

​Situasi di lapangan menunjukkan eskalasi yang cukup signifikan. Camat Pulosari, Arif Senoaji mengungkapkan bahwa penurunan curah hujan ekstrem sebenarnya sudah mulai dirasakan oleh warganya sejak bulan Mei lalu. Kini, cakupan area yang terdampak krisis air terus meluas secara masif.​”Saat ini terdapat 67 titik terdampak yang tersebar di sembilan desa di Kecamatan Pulosari,” ungkap Senoaji memetakan kondisi terkini wilayahnya.

​Mengatasi tantangan tersebut, manajemen logistik air bersih terus dioptimalkan. Pemkab Pemalang menempatkan armada khusus yang siap bergerak setiap hari untuk menyuplai puluhan titik krisis tersebut secara bergilir.”Alhamdulillah saat ini dua unit truk tangki BPBD disiagakan di Kecamatan Pulosari. Setiap hari kami melaksanakan dropping sesuai jadwal ke 67 titik tersebut. Kami juga terus melakukan pemantauan apabila ada lokasi baru yang membutuhkan bantuan,” jelas Senoaji.

Baca Juga :  Pemkab Pemalang Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Rob di Desa Pesantren

​Selain pasokan air mobile melalui truk tangki, solusi jangka panjang berbasis infrastruktur juga mulai berjalan. Melalui program daerah bertajuk ‘Belik Welas Asih’, pemerintah telah membangun instalasi pipa sepanjang 2.000 meter serta menyiagakan dua tandon raksasa berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk menyokong kebutuhan air bersih di wilayah Jurangmangu dan Gunungsari.

​Alur Pengajuan Bantuan Air Bersih

​Bagi masyarakat di desa lain yang mulai merasakan dampak serupa dan membutuhkan suplai air bersih, Pemkab Pemalang telah membuka posko aduan dan jalur birokrasi yang responsif.

​Masyarakat dapat mengajukan permohonan secara berjenjang melalui Kepala Dusun (Kadus), dilanjutkan ke pihak Kepala Desa (Kades), hingga diverifikasi di tingkat Kecamatan. Seluruh berkas ajuan yang masuk secara resmi akan langsung divalidasi oleh BPBD Kabupaten Pemalang agar armada bantuan dapat segera diterjunkan ke lokasi tujuan.*( Joko Longkeyang).