PEMALANG, Emsatunews.co.id — Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program sosialisasi anti-bullying di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 9 Purwoharjo, Desa Kauman, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026 ini diikuti oleh 93 siswa kelas III hingga VI dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi.

Kegiatan dibuka dengan senam bersama untuk membangun suasana yang santai dan menyenangkan sebelum masuk ke sesi materi. Secara interaktif, tim KKN menyampaikan pemahaman lengkap mengenai apa itu bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak buruk yang ditimbulkan, hingga cara mencegah dan menyikapinya. Materi disampaikan dalam dua sesi yang diselingi permainan pemanasan agar perhatian dan semangat siswa tetap terjaga.
Puncak kegiatan dilaksanakan melalui sesi Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion (FGD). Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing didampingi satu hingga dua mentor. Dalam suasana yang hangat dan penuh penerimaan, siswa diajak untuk menuliskan pengalaman atau bentuk perundungan yang pernah mereka rasakan maupun saksikan. Mentor turut memberikan contoh terlebih dahulu agar siswa merasa nyaman dan berani bercerita. Hasil tulisan tersebut kemudian dihias bersama sebagai karya kelompok.

Danadin Ilham Zuha Ammar, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis UNDIP, turut berperan penting dalam kegiatan ini — baik sebagai pengelola materi presentasi maupun mentor bagi siswa kelas VI. Ia mendampingi siswa mulai dari pembentukan kelompok, penulisan pengalaman, hingga pendampingan emosional saat siswa berbagi cerita. “Kami ingin setiap anak merasa didengar dan aman. Bullying bukan hal yang harus disembunyikan, tetapi hal yang harus dihadapi bersama,” ujar Danadin.
Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi dan hadiah bagi kelompok terbaik di setiap kelas, serta sesi foto bersama penuh kebahagiaan. Melalui pendekatan yang tidak satu arah, melainkan dialogis dan ekspresif, sosialisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mendalam di kalangan siswa untuk saling menghargai, berani berbicara, dan tidak membiarkan perundungan terjadi di lingkungan sekolah.
Penulis: Danadin Ilham Zuha Ammar
Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.














