SEMARANG, Emsatunews.co.id – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemeriahan syiar Al-Qur’an dan penghayatan maknanya. Ia menyebut kesemarakan ajang keagamaan akan terasa pincang jika tidak diimbangi dengan pendalaman nilai-nilai kitab suci secara substansial.
Pesan mendalam tersebut disampaikan Menag seusai menghadiri Pelantikan Pengurus PW JQHNU Jawa Tengah yang dirangkaikan dengan Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Quran se-Jateng di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (12/9/2026).
”Kesemarakan tanpa pendalaman itu pincang, tetapi pendalaman semata tanpa ada kesemarakan juga pincang. Perkawinan antara pendalaman dan penghayatan itulah yang melahirkan insan kamil,” ujar Nasaruddin.
Menag menjelaskan bahwa perhelatan besar seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hadir untuk membangun kesemarakan syiar. Sementara itu, forum ilmiah dan silaturahmi para penghafal Al-Qur’an di Unissula menjadi wadah untuk memperkuat akar pemahaman serta penghayatan umat.
Dalam kesempatan yang sama, Nasaruddin menyampaikan rasa bangga atas antusiasme luar biasa masyarakat Jawa Tengah. Ia menyambut hangat kehadiran tak kurang dari 5.000 peserta yang memadati area kampus Islami tersebut untuk menyukseskan gelaran MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang.
”Saya berbangga acara sebesar ini diselenggarakan di kampus yang bersih dan Islami. Antusiasme pesertanya sangat luar biasa, melampaui perkiraan saya,” tuturnya menutup pengarahan.
Penulis : Ahmad Rifai Hidayat.
Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C.Neg., CPMed.














