Berita UtamaDaerahPemalang

Stadium Generale “Diplomasi Pendidikan Sebagai Jalan Transformasi Menuju Universitas Islam Berdaya Saing Global”

Joko Longkeyang
40
×

Stadium Generale “Diplomasi Pendidikan Sebagai Jalan Transformasi Menuju Universitas Islam Berdaya Saing Global”

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id — Stadium General Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) menjadi ajang pemicu semangat bagi ratusan wisudawan. Lulusan perguruan tinggi Islam daerah ditegaskan tidak boleh lagi merasa rendah diri, melainkan harus siap bersaing di kancah global melalui penguasaan diplomasi pendidikan dan literasi digital.

​Pesan memikat tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, H. Muhammad Adib Abdushomad, M.Ed., Ph.D., saat menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Menjahit Peradaban Global: Diplomasi Pendidikan dan Strategi Transformasi Perguruan Tinggi Islam Menuju Daya Saing Dunia” dalam Stadium General INSIP di Pemalang, Jawa Tengah. ( Sabtu, 12/09/2026 ).

​Pria yang akrab disapa Gus Adib ini menumpahkan pemikirannya mengenai peta persaingan kampus Islam di tengah era disrupsi. Menurutnya, era kompetisi global tanpa batas (borderless) menuntut perguruan tinggi untuk merombak total cara pandang lama.

​”Kampus Islam tidak bisa lagi hanya menjadi Teaching University lokal yang cenderung pasif. Saatnya bertransformasi menjadi Global Engagement Hub—pusat pertukaran gagasan, riset, dan peradaban dunia,” ujar Gus Adib di hadapan jajaran senat dan wisudawan INSIP.

Baca Juga :  Danrem 174/ATW: Latihan Posko I Yonif 757/Ghupta Vira Diharapkan Dapat Diterapkan Dalam Tugas

​Ia merinci bahwa nilai keislaman Rahmatan lil ‘Alamin yang menjunjung perdamaian dan moderasi beragama harus diposisikan sebagai soft power utama. Hal itu diwujudkan melalui arsitektur transformasi baru: memadukan khazanah keislaman klasik (turats) dengan sains modern, literasi data, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

​Tak hanya itu, penguasaan bahasa internasional seperti Inggris dan Arab serta keahlian diplomasi lintas budaya dinilai menjadi syarat mutlak agar karya ilmiah dari daerah dapat menembus panggung dunia.

​Mengusung konsep strategi Glocal (Global-Lokal), Gus Adib mendorong INSIP Pemalang untuk memanfaatkan potensi sosio-kultural kawasan Pantura sebagai laboratorium riset berbasis masyarakat. Posisi ini dinilai sangat strategis untuk mengukuhkan INSIP sebagai Center of Excellence dalam merawat kerukunan umat beragama.

Baca Juga :  Bupati Brebes Terbitkan SE Jam Kerja ASN di Pemkab Brebes Selama Ramadhan 1443 H

​Di sisi lain, peraih gelar doktor dari luar negeri ini mewanti-wanti bahaya eskalasi konflik di ruang digital. Maraknya hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian di media sosial merupakan tantangan riil yang wajib direspon oleh para sarjana baru.​”Kecerdasan kognitif di dunia nyata harus berjalan seimbang dengan kebijaksanaan di dunia maya. Saya menantang lulusan INSIP untuk mengambil peran aktif sebagai Harmony Ambassador—Duta Kerukunan digital yang siap meredam polarisasi dan memicu narasi menyejukkan,” tuturnya.

​Orasi ilmiah tersebut diakhiri dengan kutipan penuh motivasi yang membakar semangat para wisudawan agar pantang menyerah meski menimba ilmu dari institusi di daerah.​”Daya saing global tidak diukur dari megahnya bangunan fisik, melainkan dari sinergi kokoh antara integritas moral-spiritual, ketajaman intelektual, dan kapasitas diplomasi kultural. Jadilah sarjana Muslim yang tangguh, adaptif, dan siap membawa kemanfaatan lintas batas,” pungkas Gus Adib.( Joko Longkeyang ).