PEMALANG, Emsatunews.co.id – Musim kemarau yang berkepanjangan kembali membawa tantangan keterbatasan pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Pemalang. Merespons kondisi mendesak tersebut, Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPPKP) Kabupaten Pemalang mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan air bersih langsung ke pemukiman warga.
Penyaluran bantuan yang berlangsung di Dukuh Gunungkembang RT 05 RW 02, Desa Gombong, Kecamatan Belik, pada Kamis (17/9/2026) ini digelar sebagai bagian dari aksi kepedulian sosial dalam memperingati Hari Perhubungan Nasional ke : 55.
Langkah ini disambut hangat oleh warga setempat yang selama beberapa pekan terakhir terpaksa membatasi penggunaan air harian akibat debit sumur warga yang menyusut tajam. Kedatangan armada tangki air bersih dari DPPKP langsung diserbu warga yang telah siap membawa berbagai wadah penampungan, mulai dari ember hingga jeriken.

Kepala DPPKP Kabupaten Pemalang, Heru Weweg Sembodo, S.Sos., M.AP., hadir secara langsung di lokasi penyerahan bantuan didampingi jajaran stafnya. Dalam keterangannya, Heru menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses terhadap air bersih di daerah rawan kekeringan, merupakan prioritas pelayanan pemerintah daerah.
”Momentum Hari Perhubungan Nasional tahun ini kami jadikan pijakan untuk hadir lebih dekat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Penyaluran air bersih di Desa Gombong ini adalah wujud komitmen DPPKP Pemalang dalam meringankan beban warga yang terdampak kemarau,” ujar Heru di sela-sela kegiatan.
Aksi sosial ini juga mendapat apresiasi penuh dari pemerintah kecamatan setempat. Camat Belik, Slamet Edy Riyanto, S.E., M.M., melalui Kasubbag Bina Program dan Keuangan yang hadir mewakili pihak kecamatan, menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan sinergi yang ditunjukkan DPPKP Pemalang. Pihak kecamatan menilai bantuan ini sangat tepat sasaran karena wilayah Gunungkembang merupakan salah satu titik yang paling membutuhkan pasokan air saat musim kemarau.
Kehadiran jajaran pejabat daerah dan dinas terkait di tengah-tengah warga tidak hanya memastikan distribusi berjalan tertib dan merata, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi masyarakat. Program tanggap krisis air bersih ini diharapkan terus berlanjut secara berkelanjutan, mencakup desa-desa lain di wilayah Kecamatan Belik yang mengalami kendala serupa hingga kondisi curah hujan kembali normal.( Joko Longkeyang).














