Berita UtamaDaerahPemalang

Viral di Medsos, Kades Ungkap Fakta Sebenarnya Soal ‘Harta Karun’ Sungai Comal

Joko Longkeyang
59
×

Viral di Medsos, Kades Ungkap Fakta Sebenarnya Soal ‘Harta Karun’ Sungai Comal

Sebarkan artikel ini

Aksi puluhan warga berbondong-bondong mendulang emas di bawah Jembatan Tol Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dipastikan hanyalah akibat rumor yang tidak berdasar.

​Pemerintah Desa Kelangdepok bersama jajaran TNI, Polri, dan Satpol PP turun tangan menertibkan lokasi setelah narasi penemuan emas di aliran Sungai Comal mendadak tular di media sosial dan memicu kedatangan warga dari luar daerah.

​Rangkaian peristiwa ini bermula ketika kabar angin menyebar dari mulut ke mulut terkait temuan perhiasan hingga butiran emas oleh penambang pasir lokal. Sugeng, salah seorang warga setempat, menceritakan bagaimana isu tersebut dengan cepat membesar hingga menyedot perhatian publik.

Baca Juga :  Sambut Siswa Baru, Camat Comal Puji Konsep Sekolah Hijau SDN 2 Purwosari

​”Awalnya ada orang ambil pasir tidak sengaja dapat gelang emas, lalu dijual ke Pasar Comal dan laku puluhan juta. Setelah itu, orang-orang dari luar desa langsung berdatangan dari pagi sampai sore membawa peralatan dulang,” ujar Salah seorang warga saat ditemui di lokasi.

​Menanggapi fenomena yang kian tak terkendali, Kepala Desa Kelangdepok, Syamsul Huda, menegaskan bahwa berita mengenai ketersediaan kandungan emas di wilayahnya adalah berita bohong alias hoaks.

Baca Juga :  Kodim 0711/Pemalang Ajak Media Bersama Membangun Negeri

​”Hasil investigasi dan pengecekan langsung di lapangan bersama Koramil, Polsek, dan Satpol PP memastikan bahwa tidak benar ada kandungan emas di aliran Sungai Comal, khususnya yang melintas di wilayah Desa Kelangdepok,” kata Syamsul Huda saat memberikan konfirmasi resmi pada Kamis (10/9/2026).

​Syamsul mengimbau seluruh masyarakat untuk segera menghentikan aktivitas pendulangan karena selain tidak membuahkan hasil, kegiatan tersebut berpotensi merusak ekosistem sungai dan membahayakan keselamatan warga. Pihaknya juga meminta publik untuk menyaring setiap informasi yang beredar di media sosial sebelum membagikannya.( Joko Longkeyang).