Berita UtamaDaerahNasionalPemalangPendidikan

Investigasi Ke Bumi Ikhlas, Ahmad Doli Temukan Kejanggalan Kasus Kematian Siswa SD di Pemalang

Joko Longkeyang
3
×

Investigasi Ke Bumi Ikhlas, Ahmad Doli Temukan Kejanggalan Kasus Kematian Siswa SD di Pemalang

Sebarkan artikel ini

Pemalang, Emsatunews.co.id — Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sekaligus politikus senior Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, meninjau langsung lokasi terjadinya peristiwa dugaan perundungan yang menewaskan siswa berinisial MHAQ (7) di SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Ia menelusuri ruang kelas, lokasi kejadian, hingga berdialog dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Sosial Kabupaten Pemalang.

Dari peninjauan tersebut, Ahmad Doli menemukan sejumlah informasi yang belum saling bertemu. Antara lain terkait jumlah pihak yang diduga terlibat, keberadaan rekaman CCTV, serta lokasi persis kejadian.

“Memang ada informasi yang belum sinkron. Misalnya jumlah pelaku: dari Pemerintah Daerah disebutkan dua orang, sementara keluarga menyebut tiga orang,” ungkapnya. Pihak sekolah mengonfirmasi dua anak sejauh ini telah mengakui keterlibatannya, namun hal ini masih perlu ditelusuri secara menyeluruh.

Baca Juga :  Paramadina–Kemendagri–KAS Gelar Diskusi Strategis tentang Prinsip Ekonomi Pasar Pancasila

Sorotan tajam ditujukan pada keberadaan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah tersebut. Menurut pengakuan kepala sekolah, tim baru dibentuk setelah kasus terjadi — padahal keberadaannya merupakan amanat peraturan yang wajib dipenuhi sebelumnya.

Persoalan rekaman CCTV juga belum jelas. Pihak sekolah menyebut perangkat rusak, sementara Kepolisian dan keluarga menyebut rekaman ada namun kabur. “Pertanyaannya, apakah rekaman itu pernah ditonton bersama-sama?” tanya Doli. Lokasi kejadian pun memiliki versi berbeda: disebut di depan kamar mandi, ada pula yang menyebut di aula.

Ahmad Doli menegaskan perbedaan informasi ini harus segera diluruskan agar tidak melahirkan spekulasi di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Biar Pun Musim Hujan, Es Teller 79 Comal Tetap Diburu Pelanggan

“Kasus ini harus diselesaikan seterang-terangnya, seterbuka-terbukanya. Jangan ada yang ditutupi. Apa yang diketahui sampaikan, yang tidak tahu bilang tidak tahu,” tegasnya. Ia juga mempertanyakan hasil autopsi yang hingga hari ini belum diterima keluarga korban, dan berencana meninjau langsung ke rumah sakit terkait hal tersebut.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar proses hukum terhadap anak-anak yang diduga terlibat tetap memperhatikan status mereka sebagai anak. Masa depan mereka pun tetap menjadi tanggung jawab bersama.

Doli menekankan kematian MHAQ tidak boleh dianggap hal biasa. Pembangunan anak tidak hanya soal kecerdasan dan gizi, melainkan juga pendidikan karakter dan akhlak. “Percuma otaknya cerdas, badannya sehat, gizinya baik, tetapi mentalnya rusak. Kita ingin anak-anak Indonesia berilmu sekaligus berakhlak,” pungkasnya.( Joko Longkeyang).