Emsatunews.co.id, Pemalang – Langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang. Melalui gelaran Pasar Murah di Balai Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Rabu (25/2/2026), pemerintah berupaya mengendalikan laju inflasi sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyatakan bahwa agenda pasar murah bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, program ini merupakan instrumen penting yang dipantau langsung oleh Pemerintah Pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.”Kegiatan ini adalah bagian dari upaya nasional untuk memastikan inflasi terkendali hingga ke tingkat desa. Keberhasilan mengelola ekonomi daerah salah satunya diukur dari kemampuan kita menjaga stabilitas harga melalui langkah strategis seperti ini,” ujar Anom dalam sambutannya.
Ia menambahkan, perluasan titik pasar murah diharapkan mampu menjaga daya beli warga sekaligus menstimulus pergerakan ekonomi lokal di tengah tantangan ekonomi global.
Kegiatan ini melibatkan sinergi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TP PKK, BUMD, hingga pihak swasta. Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, Noor Faizah Maenofie, menjelaskan bahwa pihaknya berfokus pada penyediaan kebutuhan pelengkap Lebaran.”Jika OPD menyediakan bahan pokok, kami dari PKK menyiapkan sirup dan kue kering, terutama untuk wilayah dengan kategori kemiskinan ekstrem. Kami ingin momen ini juga menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lokal untuk terus berkembang,” tutur Nofie.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskumdag) Kabupaten Pemalang, Rosi Kartika Dewi, melaporkan bahwa pasar murah ini diprioritaskan bagi masyarakat kategori desil 1 dan desil 2. Selain Desa Clekatakan, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Desa Tundagan, Bulakan, dan Serang, dengan puncaknya di Pendopo Kabupaten pada 12 Maret mendatang.
Sebanyak 700 paket sembako dari Diskumdag berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir ludes diserbu warga. Tak hanya itu, tersedia pula: Beras SPHP dan Telur: Disediakan oleh Dinas Pertanian dengan harga subsidi. Paket BUMD: Beras, mi instan, gula, dan minyak seharga Rp57.000. Produk BUMN: Sirup, susu, dan roti kering bersubsidi. Layanan Tambahan: Pengurusan administrasi kependudukan (Disdukcapil) dan pemeriksaan kesehatan gratis (Dinas Kesehatan).
Kehadiran pasar murah ini disambut antusias oleh warga. Aliyah, salah satu warga Dusun Sarwodadi, mengaku sangat terbantu dengan potongan harga yang mencapai 50 persen dari harga pasar normal. “Sangat meringankan beban belanja dapur. Harapannya, paket yang disediakan bisa lebih banyak lagi di tahun depan,” ungkapnya.**( Joko Longkeyang)?















