PEMALANG, Emsatunews.co.id– Demokrasi substansial tidak hanya terjadi di gedung parlemen, tetapi juga harus menyentuh akar rumput. Semangat inilah yang ditunjukkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, H. Iskandar Zulkarnain, melalui pelaksanaan kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2025/2026. Acara yang berlangsung di Balai Desa Mejagong, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, pada Selasa (23/6/2026), menjadi bukti nyata keterbukaan wakil rakyat dalam menyerap suara konstituennya secara langsung.
Kegiatan reses ini dihadiri pula oleh Camat Randudongkal, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap agenda strategis tersebut. Kehadiran pejabat eksekutif tingkat kecamatan ini menegaskan sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam menyelesaikan permasalahan daerah. Menurut Camat Randudongkal, forum reses merupakan wadah krusial untuk memperkuat komunikasi tripartit antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat.”Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan reses ini. Ini adalah momen penting di mana aspirasi yang muncul dari bawah dapat didengar langsung oleh pembuat kebijakan di tingkat provinsi. Data dan masukan dari lapangan ini akan menjadi bahan pertimbangan vital dalam penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan,” ujar Camat Randudongkal dalam sambutannya.
H. Iskandar Zulkarnain menegaskan bahwa kehadiran dirinya di Desa Mejagong bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan bagian integral dari tugas konstitusional anggota DPRD. Ia menekankan pentingnya mekanisme feedback atau umpan balik dari masyarakat untuk memastikan bahwa anggaran dan kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan riil warga.”Kegiatan reses merupakan bagian dari tugas anggota DPRD untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Saya tidak datang sendirian, saya membawa suara Anda ke Semarang. Berbagai masukan yang disampaikan hari ini akan dihimpun, dikaji, dan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan anggaran dan peraturan daerah di DPRD Provinsi Jawa Tengah,” tegas Iskandar di hadapan puluhan peserta yang hadir.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga biasa antusias menyampaikan berbagai persoalan. Isu yang dominan dibahas meliputi perbaikan infrastruktur jalan desa yang rusak akibat intensitas hujan tinggi, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu, hingga program pemberdayaan ekonomi kreatif bagi kaum muda agar tidak terjebak dalam pengangguran.
Salah satu tokoh pemuda setempat menyoroti minimnya fasilitas olahraga dan ruang publik yang memadai bagi generasi milenial dan Gen Z di Desa Mejagong. Sementara itu, perwakilan ibu-ibu PKK mengajukan usulan mengenai pelatihan keterampilan usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Menanggapi hal tersebut, Iskandar mencatat setiap poin pertanyaan dan saran dengan cermat. Ia berjanji akan mengkoordinasikan usulan infrastruktur dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi, serta mendorong program pelatihan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi UMKM. “Kita akan pastikan tidak ada aspirasi yang menguap. Semua akan kami tindak lanjuti dengan laporan perkembangan secara berkala,” pungkasnya.
Acara berakhir dengan kesepakatan bersama untuk membentuk tim pemantau kecil dari unsur masyarakat desa yang akan berkoordinasi dengan kantor perwakilan H. Iskandar Zulkarnain. Langkah ini diharapkan dapat menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam realisasi janji-janji politik yang disampaikan selama reses.*( Joko Longkeyang).















