EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Pembangunan Jembatan Glempang di Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, yang sempat terhenti saat progres mencapai 80 persen pada pertengahan Juli 2026, dipastikan akan segera dilanjutkan.
Jembatan penghubung vital antara Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal ini sebelumnya putus akibat terjangan banjir besar di awal tahun 2025. Pemerintah Kabupaten Brebes kemudian mengalokasikan anggaran APBD lebih dari Rp1,9 miliar untuk rekonstruksi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, ST, menjelaskan penghentian sementara sejak Desember 2025 merupakan langkah kehati-hatian.
“Penghentian itu kami lakukan secara terukur setelah terdeteksi adanya gerusan air pada bagian pondasi. Ini demi menjamin keamanan dan ketahanan konstruksi dalam jangka panjang. Kami tidak ingin membangun asal jadi,” tegas Dani Asmoro, Sabtu (11/7/2026).
Ia menambahkan, pekan lalu tim teknis Dinas PU bersama konsultan perencana telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Hasilnya, seluruh kebutuhan teknis untuk kelanjutan proyek sudah terpetakan.
“Pekerjaan akan segera kami lanjutkan dalam waktu dekat. Penundaan ini juga mempertimbangkan adanya penyesuaian harga material yang cukup signifikan. Saat ini kami terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Tegal, mengingat jalur ini merupakan akses strategis bagi dua daerah,” jelas Dani.
Selama masa pembangunan, warga hanya bisa mengandalkan jembatan darurat yang dinilai tidak aman dan membatasi aktivitas ekonomi.
Kepala Desa Kaligiri, Rosidin, menyambut baik kepastian dari Dinas PU.
“Jembatan Glempang ini adalah urat nadi ekonomi sekaligus jalan pintas utama warga Kaligiri ke Tegal. Kami sangat berharap persiapan segera tuntas agar pekerjaan bisa dilanjutkan. Warga ingin beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Dinas PU Brebes menegaskan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyusun perencanaan teknis yang terbaik. Targetnya, Jembatan Glempang yang baru nantinya kokoh, aman, dan dapat melayani masyarakat Brebes maupun Tegal dalam jangka panjang. ***















